Abstrak gastroesophageal refluks disease (gerd) merupakan suatu keadaan patologis yang disebabkan oleh refluks kandungan lambung ke dalam esofagus. gejala utama yang dirasakan oleh penderita gerd yaitu heartburn, regurgitasi asam, disfagia, nyeri dada dan mual. gerd dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah merokok. merokok dapat menyebabkan peningkatan frekuensi terjadinya gerd dengan cara menurunkan tonus lower esophageal sphincter (les) sehingga dapat menyebabkan terjadinya refluks dari isi lambung menuju ke esofagus dan juga dapat mengurangi dari sekresi saliva bikarbonat yang dapat menetralkan asam lambung. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat merokok dengan gastroesophageal reflux disease berdasarkan gerdq. jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. responden penelitian sebanyak 66 orang dimana pemilihan sampel dilakukan secara non-probability sampling dengan metode accidental sampling. analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). hasil analisis data didapatkan nilai p-value = 0,003. hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan antara derajat merokok dengan gastroesophageal reflux disease berdasarkan gerdq. kata kunci : derajat merokok, gastroesophageal reflux disease (gerd)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT MEROKOK DENGAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE BERDASARKAN GERDQ. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI KOPI DENGAN KEJADIAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (ISWAN RAMDHANA, 2018)