Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik >140 mmhg dan diastolik >90 mmhg. hipertensi yang berkepanjangan dapat berdampak depresi atau adanya hubungan timbal balik antara depresi terlebih dahulu yang menyebabkan hipertensi. depresi merupakan gangguan mood yang dapat disebabkan karena adanya faktor biologi, faktor genetik dan faktor psikososial, seperti pendidikan. pendidikan tinggi sering diasumsikan dengan lebih mudah menyerap informasi sehingga tingkat pemahaman dan penyelesaian terhadap masalah lebih mudah yang dapat mengurangi gangguan depresi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan tingkat depresi pada pasien hipertensi di kecamatan syiah kuala banda aceh. penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional dan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 137 orang. penelitian dilakukan dengan wawancara untuk menilai tingkat pendidikan dan menggunakan kuisioner beck depression inventory-ii (bdi-ii) untuk menilai tingkat depresi. pada pasien hipertensi yang berpendidikan rendah lebih tinggi mengalami gangguan depresi (24,5%) dibandingkan dengan pasien yang mempunyai pendidikan tinggi (7,1%). hasil uji chi-square pada penelitian ini didapatkan value = 0,004 dan a = 0,05. kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan dengan tingkat depresi pada pasien hipertensi di kecamatan syiah kuala, banda aceh. kata kunci: pendidikan, depresi, hipertensi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN HIPERTENSI DI KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : HUBUNGAN LAMA HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT DEPRESI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUZA BANDA ACEH (Riqqah Nadhira, 2014)