Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Rudi Lazuardi, ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA ULAT HONGKONG (TENEBRIO MOLITOR) (STUDI KASUS USAHA BUDIDAYA ULAT HONGKONG DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019

Usaha budidaya ulat hongkong cukup menguntungkan. budidaya ulat hongkong dikatakan menguntungkan karena dalam kegiatannya modal yang digunakan hanya sedikit, lahan yang digunakan tidak luas, mampu menghasilkan keuntungan yang berlipat serta mempunyai peluang pasar yang baik. bapak dn merupakan pencetus pertama usaha budidaya ulat hongkong di desa lampupok indrapuri, aceh besar. adapun pekerjaan utamanya adalah seorang pengusaha furniture, sedangkan usaha budidaya ulat hongkong yang dijalankan ini merupakan usaha keduanya. berdasarkan keterangan penjual pakan ternak di lamlagang, harga ulat hongkong bapak dn seharga rp 100.000/kg. kemudian dijual kembali di tokonya seharga rp 140.000/kg. harga ulat hongkong tidaklah konstan terutama saat tibanya sayembara burung kicau di aceh, harga ulat hongkong yang dijual mampu mencapai rp 170.000/kg. harga jual ulat hongkong pemilik usaha mencapai rp 100.000/kg. harga tersebut tentu saja merupakan nilai yang cukup besar untuk pakan hewan. konsumen untuk hewan peliharaanya tidak selamanya mengkonsumsi ulat hongkong sebagai pakan. tentunya masyarakat akan beralih kepada pakan yang lebih murah. adapun usaha ini baru berjalan selama 3 tahun dimana pada usia tersebut usaha ini mempunyai kendala dalam kegiatannya. penelitian kelayakan usaha budidaya ulat hongkong di indrapuri bertujuan untuk mengetahui usaha ini layak untuk dijalankan ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi dan aspek finansial. hasil dari metode analisis least square didapatkan persamaan trend yaitu : ? = 482,33 + 7,5x dengan perkiraan permintaan pada tahun 2020 sebanyak 505 kg. hasil tersebut menunjukkan adanya kenaikkan permintaan dari tiap tahun, untuk analisis persaingan tidak terdapat pihak yang mampu menyaingi usaha ulat dari pemilik usaha, dan dari analisis bauran pemasaran baik produk, harga, distribusi maupun promosi juga telah berjalan dengan baik maka usaha ini layak untuk diusahakan. pada aspek teknis, lokasi usaha berdekatan dengan sumber bahan baku dan hal tersebut menunjukkan bahwa lokasi usaha ini tergolong strategis. strategi operasional yang dilakukan pemilik usaha mampu meminimalisir pengeluaran biaya. rencana kapasitas usaha ini ditentukan dengan keseimbangannya permintaan pelanggan dan kemampuan ketersediaan jumlah produksi ulat. penetuan letak lokasi didasari dengan suhu dan kelembabaan dari ulat hongkong dan lokasi usaha ini telah mampu memenuhu suhu dan kelembaban dari ulat hongkong yang dibudidayakan. maka usaha ini dari aspek teknis layak untuk diusahakan. pada aspek finansial dengan menggunakan kriteria analisis kelayakan tanpa diskonto didapatkan bep saktu 6 tahun 9 bulan, bep produksi didapatkan sebesar 3.415 kg dan bep harga didapatkan sebesar rp 60.630. sedangkan dengan menggunakan kriteria analisis kelayakan berdiskonto didapatkan npv sebesar rp 113.699.859, net b/c sebesar 4,46, dan irr sebesar 49%. pada analisis sensitivitas dengan asumsi i (biaya produksi naik 10% sedangkan benefit tetap), didapatkan bahwa nilai npv sebesar rp 89.735.541, net b/c sebesar 3,73, irr sebesar 40%, bep waktu 7 tahun 5 bulan, bep produksi didapatkan sebesar 3.757 kg dan bep harga didapatkan sebesar rp 66.693. maka usaha budidaya ulat hongkong ini pada asumsi i dapat dikatakan layak. pada asumsi ii (benefit turun 10% sedangkan biaya produksi tetap), didapatkan bahwa dari nilai npv sebesar rp 75.087.555, net b/c sebesar 3,29, irr sebesar 35%, bep waktu 7 tahun 7 bulan, bep produksi didapatkan sebesar 3.415 kg dan bep harga didapatkan sebesar rp 60.630. maka usaha budidaya ulat hongkong ini pada asumsi ii dapat dikatakan layak.



Abstract



    SERVICES DESK