Abstrak batuk merupakan refluks pertahanan yang timbul akibat iritasi percabangan trakeobronkial yang penting untuk membersihkan saluran napas bagian bawah. salah satu faktor risiko batuk kronik adalah merokok. pada perokok prevalensi batuk 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak merokok, namun hanya 5% perokok yang yang mencari batuan kesehatan untuk mengobati batuk yang dialaminya. rokok berkonstribusi menimbulkan batuk sehingga menyebabkan penurunan fungsi paru yang dapat diukur dengan spirometri. penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan batuk pada perokok dengan hasil spirometri pada masyarakat krueng raya. penelitian dilakukan di puskesmas krueng raya, aceh besar. penelitian dilakukan pada bulan agustus sampai september 2019 dengan responden sebanyak 32 orang dengan desain cross sectional. metode sampling non probability sampling dengan dengan teknik purposive sampling. data dianalisa dengan uji korelasi spearman. hasil uji korelasi spearman didapatkan p-value 0,016 dengan nilai correlation coefficient sebesar 0,421 yang menunjukkan terdapat hubungan antara batuk pada perokok dengan hasil spirometri dengan kekuatan sedang. kata kunci: batuk pada perokok, spirometri, fungsi paru dan masyarakat krueng raya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN BATUK PADA PEROKOK DENGAN HASIL SPIROMETRI MASYARAKAT KRUENG RAYA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : GAMBARAN SPIROMETRI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Farah Dhita Anissa Putri, 2014)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN INDEKS BRINKMAN DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN HASIL SPIROMETRI PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI POLIKLINIK RSUDZA (RAINA MUZLIFA AR, 2019)