Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi keuangan pemerintah daerah di aceh dalam rentang waktu 2015-2017. kondisi keuangan diukur dengan menggunakan pengukuran indeks yang dikembangkan oleh ritonga (2014) terdiri dari enam dimensi yaitu, solvabilitas jangka pendek, solvabilitas jangka panjang, solvabilitas anggaran, fleksibilitas keuangan, kemandirian keuangan, solvabilitas layanan. tahun 2015 analisis dikembangkan dengan menambah dimensi solvabilitas operasional. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data yang dianalisis merupakan data skunder yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 3 tahun kondisi keuangan daerah kabupaten / kota di aceh yang mendapatkan kategori baik dengan nilai indeks tertinggi adalah kota sabang (0,488), kota banda aceh (0,452), kabupaten aceh tengah (0,444), kabupaten aceh besar (0,389), dan kabupaten gayo lues (0,382). sedangkan pemerintah daerah yang menduduki kategori kurang dengan nilai indeks komposit keuangan terendah adalah kabupaten aceh tenggara (0,177), kabupaten aceh singkil (0,148) dan kota lhokseumawe (0,106). kata kunci: pemerintah daerah, kondisi keuangan, solvabilitas jangka pendek, solvabilitas jangka panjang, solvabilitas anggaran, fleksibilitas keuangan, kemandirian keuangan, solvabilitas layanan, solvabilitas operasional.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS INDEKS KONDISI KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI ACEH TAHUN 2015-2017. Banda Aceh FAKULTAS EKONOMI BISNIS UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : PENGARUH KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH, DIFERENSIASI FUNGSIONAL DAN SPESIALISASI FUNGSIONAL TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN WAJIB LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Riska Nanda, 2016)
Abstract
Baca Juga : DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH: STUDI PADA KABUPATEN/ KOTA DI PROVINSI ACEH (MUTI NAJLA, 2021)