Proses bubut merupakan suatu proses pemesinan yang paling banyak digunakan dalam industri untuk membuat sesuatu komponen. pada proses bubut akan menghasilkan geram untuk mengoptimalkan produktifitas pemotongan dan pemakanan, dengan cara menvariasikan parameter pemotongan. namun hal tersebut sangat mempengaruhi gaya potong yang terjadi dan bentuk dari geram. pada penelitaian ini studi difokuskan untuk mengetahui pengaruh parameter pemotongan melalui bentuk dan jenis geram beserta dimensi geram dengan pengukuran ketebalan geram yang dilihat dari tingkat ketebalan geram sebelum terpotong (h) dan setelah terpotong (hc). dalam penelitian ini bahan benda kerja yang digunakan material baja karbon sedang (st60) yang berbentuk poros dengan diameter 80 mm dan panjang 350 mm. pada penelitian ini parameter pemotongan yang digunakan yaitu dengan kecepatan (v) 15, 30, 45, dan 60 m/min dengan jenis pahat potong hss (high speed steel). berdasarkan hasil penelitian pada proses pemotongan ini dengan pemakanan (f) 0.05, 0.1, 0.15 mm/put, pada tingkat kecepatan potong (v) 15, 30, 45, dan 60 m/min bentuk geram yang dihasilkan tidak kontinyu. sedangkan pada pemakanan (f) 0.2 mm/put pada tingkat kecepatan potong (v) 15, 30, 45, dan 60 m/min secara umum geram yang dihasilkan berbentuk kontinyu.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP BENTUK DAN JENIS GERAM PADA PROSES BUBUT DENGAN BAHAN MATERIAL BAJA KARBON SEDANG. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP BENTUK GERAM DAN GAYA POTONG PADA PROSES BUBUT (IKHSAN, 2013)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUBUTAN DENGAN MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA DAN BAJA KARBON SEDANG (Zulham Fitrah, 2015)