Proses pemotongan logam merupakan proses yang paling sering ditemukan dalam pembuatan komponen mesin, salah satunya adalah penggunaan mesin bubut. pada proses pemesinan dengan mesin bubut akan menghasilkan geram. untuk mengoptimalkan produktifitas kita dapat menvariasikan parameter pemotongan, namun semua itu sangatlah mempengaruhi gaya potong yang terjadi dan bentuk geram. pada penelitian ini, studi akan difokuskan pada pemelihan parameter yang optimum untuk proses pemesinan material stainless steel. parameter yang divariasikan dalam penelitian ini adalah kecepatan potong (40, 60, 80 dan 120) m/min, pemakananan (0,2 ; 0,3 ; 0,4) mm/put dan kedalaman potong (0,5 ; 1 ; 1,5) mm. secara teoritis rasio pembentukan geram akan kecil seiring dengan diperbesarnya kecepatan potong yang pada akhirnya akan menurunkan gaya potong. dari hasil penelitian yang telah dilakukan, gaya potong terkecil terjadi pada parameter pemotongan (v) = 120 m/min, (f) = 0,4 mm/put dan (a) = 0,5 yaitu sebesar 2.797 n dengan menghasilkan geram diskontinus jenis arc chip yang memiliki rasio pemampatan geram sebesar 0,9. sedangkan gaya potong terbesar terjadi pada parameter pemotongan (v) = 40 m/min, (f) = 0,2 mm/put dan (a) = 1,5 mm yaitu sebesar 17.793 n dengan menghasilkan geram kontinus jenis helical chip yang memiliki rasio pemampatan geram sebasar 1,05. kata kunci: parameter pemotongan, bentuk geram, gaya potong, proses bubut.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP BENTUK GERAM DAN GAYA POTONG PADA PROSES BUBUT. Banda Aceh Fakultas Teknik,2013
Baca Juga : EVALUASI PERFORMANCE PROSES PEMOTONGAN MELALUI BENTUK DAN DIMENSI GERAM PADA PROSES BUBUT (AFRIZAL, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN DAN METODE MQL (MINIMUM QUANTITY LUBRICATION) TERHADAP GAYA POTONG PADA PROSES GURDI BAJA KARBON RENDAH (Dea Afta Fadhillah, 2021)