Torsio testis merupakan kondisi darurat medik yang memerlukan interfensi bedah. torsi korda spermatika yang tidak ditangani dengan segera dapat menyebabkan infark testikular. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek durasi waktu torsio testis terhadap jumlah sel leydig, hiperemis, hemoragik, granuloma, nekrosis epitel tubulus, dan fibrosis testis rattus norvegicus yang dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dan dibagi dalam 3 kelompok yaitu kontrol (ko) dan perlakuan (p1 dan p2). kelompok perlakuan diinduksi torsio 360o pada testis kiri selama 4 dan 8 jam. masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus yang diamati langsung (efek cepat) dan 5 ekor tikus yang diamati setelah 30 hari dilakukan detorsi (efek lambat). data dianalisa dengan metode anova multifaktorial dan dilanjutkan dengan uji tuckey. hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel leydig ko: 640 ± 16,7; p1: 463 ± 41,8; p2: 257 ± 41,1, skor hiperemis ko: 0,70; p1: 1,90 ± 0,30; p2: 2,07 ± 0,10, skor hemoragik ko: 0,70; p1: 1,46 ± 0,27 ; p2: 1,33 ± 0,17, skor granuloma ko: 0,70; p1: 1,33 ± 0,17; p2: 1,37 ± 0,18, skor nekrosis epitel tubulus ko: 0,70; p1: 1,81 ± 0,2; p2: 2,00 ± 0,1 dan skor fibrosis ko: 0,70, p1: 1,49 ± 0,3; p2: 1,84 ± 0,9. analisa membuktikan bahwa jumlah sel leydig, hiperemis, hemoragik, granuloma, nekrosis epitel tubulus seminierus, dan fibrosis pada ko, p1 dan p2 berbeda nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEK DURASI WAKTU TORSIO TESTIS TERHADAP HISTOPATOLOGI TESTIS PADA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS). Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2012
Baca Juga : PENGARUH TORSIO TESTIS TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) (eka kemalasari, 2015)