Penelitian dengan judul “identifikasi struktur patahan pada laut andaman berdasarkan data gravity satellite” telah dilakukan dan bertujuan untuk identifikasi kemenerusan struktur patahan pada great sumatran fault dengan memanfaatkan data free air anomali citra geodetic satellite (geosat) dan european remote sensing-1 (ers-1) satellite dengan resolusi 1.5 km per pixel. anomali ini hanya berasosiasi terhadap topografi, sehingga perlu dilakukannya koreksi bouguer dan koreksi terrain untuk mendapatkan anomali bouguer lengkap. percepatan gravitasi yang dihasilkan oleh anomali bouguer lengkap bervariasi antara -100 hingga 700 mgal. anomali bouguer lengkap belum mampu menjelaskan keberadaan anomali dengan jelas, maka diperlukannya teknik transformasi untuk menjelaskan keberadaan anomali. pada penelitian ini, jika dibandingkan dengan vertical derivetive dan tilt derivative, horizontal derivative yang merupakan salah satu filter dari teknik transformasi memberikan hasil yang lebih baik dalam membedakan anomali dengan area sekitarnya. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan horizontal derivative telah mampu memetakan dengan jelas beberapa struktur geologi di daerah penelitian. anomali horizontal derivative bervariasi dari 8 hingga 254 mgal. berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat kemenerusan great sumatran fault hingga ke laut andaman. kata kunci: gravity satellite, horizontal derivative, andaman fault
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
IDENTIFIKASI STRUKTUR PATAHAN PADA LAUT ANDAMAN BERDASARKAN DATA GRAVITY SATELLITE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : PERBANDINGAN DATA GRAVITY SATELLITE DAN GROUND SURVEY PADA STRUKTUR GEOLOGI DI KEPULAUAN TANIMBAR (MUHSINAH MASRIQ HARIANJA, 2020)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN STRUKTUR KERAK BUMI NAMIBIA BERDASARKAN MODEL KECEPATAN GELOMBANG P DAN S MENGGUNAKAN METODE TOMOGRAFI SEISMIK (Junina Rizki, 2022)