Abstrak tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh non performing financing (npf), beban operasional terhadap pendapatan operasional (bopo), dan capital adequacy ratio (car) terhadap market share bank umum syariah di indonesia. sasaran populasi objek penelitian ini adalah 13 bank umum syariah yang terdaftar di otoritas jasa keuangan dan mempublikasikan laporan tahunan dari periode tahun 2014 sampai dengan 2017. variabel dependen dalam penelitian ini adalah market share bank umum syariah, sedangkan variabel independen adalah npf, bopo, dan car. berdasarkan analisis regresi linear berganda data panel dengan menggunakan metode random effect model, menunjukkan bahwa secara simultan npf, bopo, dan car memiliki pengaruh yang signifikan terhadap market share bank umum syariah di indonesia. secara parsial, npf memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan bopo dan car memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap market share bank umum syariah. adapun variabel bopo memiliki pengaruh paling dominan terhadap variabel market share bank umum syariah. berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan bank umum syariah dapat menekan npf, mengurangi bopo, dan meningkatkan car yang disertai dengan pengelolaan yang baik guna untuk meningkatkan market share bank umum syariah di indonesia. kata kunci: non performing financing (npf), beban operasional terhadap pendapatan operasional (bopo), capital adequacy ratio (car), market share, bank umum syariah, random effect model.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN MARKET SHARE BANK UMUM SYARIAH (BUS) DI INDONESIA. Banda Aceh FAKULTAS EKONOMI BISNIS UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : PENGARUH PEMBIAYAAN MUSYARAKAH, MARKET SHARE DAN MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA (AYU YUNITA, 2020)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH KECUKUPAN MODAL, RISIKO PEMBIAYAAN, DAN EFISIENSI TERHADAP PROFIT DISTRIBUTION MANAGEMENT PADA BANK UMUM SYARI’AH DI INDONESIA (HARIS MUNANDAR RAHMAN, 2024)