Infeksi saluran pernapasan akut (ispa) menjadi penyebab pertama kematian balita di negara berkembang. aceh menduduki urutan ispa tertinggi pertama dari 16 provinsi di indonesia. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko ispa status gizi, status imunisasi, asi eksklusif, defisiensi vitamin a, kebiasaan merokok anggota keluarga, dan polusi udara. jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita menderita ispa yang berjumlah 274 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. teknik pengambilan sampel digunakan adalah purposive sampling. alat ukur kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. hasil penelitian diketahui bahwa yang menjadi faktor risiko ispa di wilayah kerja puskesmas baiturrahman banda aceh yaitu status gizi balita berada pada kategori normal (41,3%), status imunisasi balita tidak lengkap (57,5%), asi eksklusif baik (87,5%), defisiensi vitamin a baik ( 82,5%), polusi udara tinggi (88,75%) dan kebiasaan merokok anggota keluarga berada pada ketogri tinggi (92,50%). diharapkan pada kader kesehatan dalam mengurangi kejadian ispa pada balita melakukan penyuluhan kesehatan tentang faktor risiko ispa pada balita khususnya bahaya perokok pasif dan keadaan ventilasi rumah untuk mengurangi kejadian ispa. kata kunci : ispa, balita, faktor risiko
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMAN BANDA ACEH. Banda Aceh fakultas keperawatan universitas syiah kuala,2019
Baca Juga : GAMBARAN UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT(ISPA)PADA KELUARGA BALITA DI GAMPONG SUKARAMAI KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH TAHUN 2012 (eka meutia, 2014)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA ANAK USIA 12-60 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (MISS AIESAH WAEDOLOH, 2026)