Penelitian ini telah dilakukan di laboratorium protozoologi departemen parasitologi dan laboratorium patologi balai besar penelitian veteriner, bogor – jawa barat. sebanyak 19 ekor mencit putih (strain ddy) jantan digunakan dalam penelitian ini dan dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan. kelompok pertama (5 ekor) sebagai kontrol negatif. kelompok kedua (7 ekor) diinokulasikan 104 t. evansi isolat pidie. kelompok ketiga (7 ekor) diinokulasikan 104 t. evansi isolat pemalang. setelah diinfeksi, 4 ekor mencit dari masing-masing kelompok perlakuan diamati daya hidupnya setiap hari dan diperiksa parasitemianya setiap dua hari sekali, sedangkan 3 ekor mencit diambil organnya untuk pemeriksaan histopatologi pada saat parasitemia tinggi (108 t. evansi/ekor). selama perlakuan, makanan dan minuman diberikan secara ad libitum. hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat parasitemia, daya hidup dan gambaran mikroskopis hati, limpa dan paru-paru mencit putih yang diinfeksikan isolat pemalang dan pidie.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
DAYA HIDUP, PARASITEMIA DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HATI, LIMPA, PARU-PARU MENCIT PUTIH DIINFEKSI TRYPANOSOMA EVANSI ISOLAT RNPIDIE DAN PEMALANG. Banda Aceh Fakultas Studi Kesehatan Masyarakat Veteriner,2014
Baca Juga : PARASITEMIA DAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI (M. Ikhsan Rinaldi, 2019)