Salah satu metode identifikasi manusia adalah dengan menggunakan fitur atau pola wajah berbasis citra tampak (visible). citra wajah yang ditangkap kamera dimasukkan ke dataset untuk kemudian dilakukan proses pencocokan. sistem seperti ini sangat tergantung terhadap pencahayaan. dimana dalam kondisi pencahayaan yang minim, citra wajah tidak dapat dikenali dan tertangkap kamera secara utuh. untuk mengatasi ketergatungan pada pencahayaan digunakan pencitraan termal (infra merah). namun, citra termal sulit dikenali karena informasi visual yang dihasilkan sedikit. untuk itu, dibutuhkan metode pencocokan antara citra wajah termal dengan citra tampak, atau citra lintas spektral (cross-spectral). tesis ini memperkenalkan pemanfaatan metode korelasi fase untuk pencocokan citra wajah lintas spektral yang disebut phase only correlation (poc) dan band-limited poc (blpoc). citra wajah dalam kedua ranah spektral dikenai transformasi fourier, untuk kemudian dihitung korelasi fasenya. dari hasil percobaan dengan dataset 100 sampel citra tampak, 100 sampel citra termal multi-spectral dynamic imaging (msx) dan 100 sampel citra termal (non-msx), blpoc menghasilkan nilai korelasi yang signifikan untuk citra wajah yang sama dibandingkan dengan nilai korelasi yang dihasilkan poc. sehingga, blpoc berpotensi untuk dapat diaplikasikan pada sistem pencocokan wajah lintas spektral yang lebih kompleks. kata kunci— thermal imaging, face recognition, phase-only correlation (poc) band limited phase-only correlation (blpoc), image processing.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENERAPAN METODE KORELASI FASE UNTUK PENCOCOKAN WAJAH BERBASIS CITRA TAMPAK DAN CITRA TERMAL. Banda Aceh Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : IMPLEMENTASI HAAR-LIKE FEATURE DAN SVM UNTUK PENGENALAN WAJAH DARI CITRA THERMAL (KHAIRUL FAJRI, 2021)
Abstract
Baca Juga : APLIKASI HISTOGRAM DCT UNTUK SISTEM TEMU KEMBALI CITRA TERMAL BERBASIS KONTEN (Faridah, 2019)