Potensial gagal nafas merupakan masalah keperawatan kolaboratif cedera kepala yang harus segera diidentifikasi dan dicegah dengan pemeriksaan analisa gas darah. parameter analisa gas darah yaitu nilai ph < 7.35, pao2 < 60 mmhg dan paco2 > 45 mmhg menandakan ketidakmampuan paru-paru dalam melakukan pertukaran gas. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran gagal nafas akut pada pasien cedera kepala fase akut 48 jam pertama. jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain retrospective study data sekunder rekam medik. sampel 34 pasien cedera kepala ditentukan dengan metode purposive sampling yang dirawat di rsudza banda aceh periode juli - desember 2018. alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan melihat hasil pemeriksaan analisa gas darah yaitu nilai ph, pao2 dan paco2. hasil penelitian terdapat 6 pasien cedera kepala (17,65%) yang mengalami gagal nafas. berdasarkan klasifikasi, cedera kepala berat mengalami gagal nafas sebanyak 4 pasien (11,76%), cedera kepala ringan dan sedang masing-masing 1 pasien (2,94%). berdasarkan waktu kejadian, masing masing 2 pasien cedera kepala mengalami gagal nafas pada fase 18 jam, 24 jam dan 48 jam pertama. kesimpulan potensial gagal nafas pada pasien cedera kepala (17,65%) dapat terjadi pada fase akut 48 jam pertama. rekomendasi bahwa masalah keperawatan kolaboratif potensial gagal nafas pada pasien cedera kepala dapat ditemukan pada fase akut 48 jam sehingga dapat diidentifikasi dan dicegah. kata kunci : cedera kepala, gagal nafas akut
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN GAGAL NAFAS AKUT PADA PASIEN CEDERA KEPALA PERIODE 48 JAM PERTAMA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh fakultas keperawatan universitas syiah kuala,2019
Baca Juga : PENGARUH SKOR CT SCAN HELSINKI DAN NILAI RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT TERHADAP LUARAN PASIEN CEDERA KEPALA (dr. Muhammad Ansari Adista, 2021)