Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ektoparasit, serta menghitung nilai prevalensi dan intensitas ektoparasit pada udang vannamei (litopenaeus vannamei), penelitian dilaksanakan dari bulan januari sampai februari 2019 di tambak semi intensif dan intensif cot paya serta di tambak semi intensif bpbap ujung batee, aceh besar, aceh. sampel udang diambil secara acak sebanyak 20 ekor pada tiap-tiap tambak. pemeriksaan ektoparasit dilakukan di stasiun karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan kelas i aceh. organ udang yang diperiksa yaitu kaki jalan, kaki renang, insang, uropod, rostrum, mata, telson, dan permukaan tubuh. data kemudian dihitung menggunakan rumus kabata (1985). hasil penelitian menunjukkan jenis ektoparasit yang ditemukan dari golongan protozoa yaitu zoothamnium sp., epistylis sp. dan vorticella sp. nilai prevalensi tertinggi sebesar 90% terdapat pada tambak semi intensif cot paya dengan intensitas sebesar 91 ind/ekor, sedangkan prevalensi pada tambak semi intensif ujung batee yaitu sebesar 85% dengan intensitas sebesar 25 ind/ekor, nilai prevalensi terendah terdapat pada tambak intensif cot paya yaitu sebesar 45% dengan intensitas sebesar 19 ind/ekor. lokasi yang paling disukai ektoparasit adalah kaki jalan, kaki renang dan insang. ektoparasit jenis zoothamnium sp. merupakan parasit dengan nilai prevalensi dan intensitas tertinggi. kata kunci : udang vannamei (litopenaeus vannamei), ektoparasit, prevalensi, intensitas, semi intensif, intensif ?
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA UDANG VANNAMEI (LITOPENAEUS VANNAMEI) DARI TAMBAK SEMI INTENSIF DAN INTENSIF DI ACEH BESAR. Banda Aceh FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : IDENTIFIKASI EKTOPARASIT DAN ENDOPARASIT PADA UDANG VANNAMEI (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI TAMBAK ALUE NAGA, BANDA ACEH (Ivan Almerian Belva Casey, 2024)
Abstract
Baca Juga : INTENSITAS, PREVALENSI DAN DESKRIPSI EKTOPARASIT PADA BEBERAPA SPESIES KRUSTASEA DARI PERAIRAN ACEH (Diky Agung Setiawan, 2023)