Komunikasi merupakan hal penting bagi manusia untuk berinteraksi dan bertukar informasi. namun tidak bagi seorang penyandang tunarungu dan tunawicara yang memiliki masalah untuk berkomunikasi secara normal. bahasa isyarat merupakan sistem penunjang komunikasi yang digunakan penyandang, namun tidak semua masyarakat umum memahami bahasa isyarat. oleh karena itu diperlukan alat bantu penerjemah bahasa isyarat yang mampu membantu komunikasi penyandang dengan masyarakat lainnya. alat bantu penerjemah bahasa isyarat dibentuk dengan metode data glove yang dilengkapi dengan 5 sensor flex dan gyroscope yang mampu menerjemahkan bahasa isyarat sibi. pengembangan produk dibuat berdasarkan masalah yang ada dari produk yang sudah dikembangkan dengan melakukan benchmarking terhadap tiga produk kompetitor, sehingga dapat ditinjau kelebihan dan kekurangan pada fase perancanganya yang merupakan bagian dari metode perancangan konseptual. penelitian dilakukan menggunakan mikrokontroller raspberry agar kemampuan komputasi dan penerjemahan yang dihasilkan lebih baik dan akurat serta, dilengkapi dengan sistem suara dan lcd rpi sebagai sistem output dari penerjemahanya. hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah inovasi produk alat penerjemah bahasa isyarat (haba translator) yang telah memenuhi kriteria spesifikasi perancangan yang direncanakan dan mampu menerjemahkan ke-24 bahasa isyarat sibi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
RANCANG BANGUN ALAT PENERJEMAH BAHASA ISYARAT DENGAN METODE KONSEPTUAL UNTUK PENYANDANG TUNARUNGU DAN TUNAWICARA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) PADA SIARAN BERITA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PENYANDANG TUNARUNGU DI KOTA BANDA ACEH (Jannata Zuhir, 2019)