Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak air daun sernai sebagai antipiretik dengan menggunakan 18 ekor mencit jantan, umur 2-3 bulan dengan berat badan 20-25 g. penelitian dirancang dengan rancangan split-plot terdiri atas 6 kelompok. kelompok i (p0) sebagai kontrol negatif diberi akuades, kelompok ii dan iii (p1 dan p2) berturut-turut diberi asam salisilat (42,25 mg/kg bb), para amino fenol (25 mg/kg bb), sedangkan kelompok iv, v, dan vi (p3, p4, dan p5) diberi ekstrak air daun sernai dengan konsentrasi masing-masing 50, 75, dan 100%. pengukuran suhu mencit menggunakan termometer digital. mencit diinduksikan panas dengan pemberian pepton 12,5%. pengamatan dilakukan setiap 30 menit selama 3 jam. hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POTENSI EKSTRAK AIR DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT RN(MUS MUSCULUS) DIBANDINGKAN PARA AMINO FENOL DAN ASAM SALISILAT. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2014
Baca Juga : POTENSI EKSTRAK ETIL ASETAT BATANG SERNAI(WEDELIA BIFLORA) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) (lia addyanty, 2016)
Abstract
Baca Juga : FRAKSI METANOL DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT GLASIAL (Irsyad Arfi Putra, 2017)