Keberhasilan penatalaksanaan penyakit paru obstruktif kronis (ppok) bergantung pada kepatuhan terhadap terapi inhalasi dan ketepatan langkah dalam terapi inhalasi. penggunaan terapi inhalasi dikaitkan dengan banyaknya kesulitan. perbaikan pasien dalam teknik inhalasi berhubungan dengan hasil yang lebih baik dalam pengobatan ppok. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan status kesehatan pada pasien ppok sebelum dan sesudah diberikan edukasi ulang mengenai langkah penggunaan breezhaler secara tepat. penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan metode one-group pre-test post-test. pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode quota sampling dan diperoleh sampel sebanyak 38 pasien. ketepatan penggunaan breezhaler dinilai melalui pengamatan dengan menggunakan lembar evaluasi keterampilan. sementara status kesehatan pasien diperoleh dengan menggunakan kuesioner copd assessment test (cat). ada tidaknya perbedaan status kesehatan pada pasien ppok sebelum dan sesudah diberikan edukasi ulang mengenai langkah penggunaan breezhaler dinilai menggunakan uji paired sampel t-test. hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah keterampilan pasien dalam menggunakan breezhaler sesudah intervensi mengalami peningkatan secara signifikan (42,10% vs 94,73%; p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH EDUKASI ULANG TERHADAP KETERAMPILAN PENGGUNAAN DRY POWDER INHALER (DPI) DAN TINGKAT STATUS KESEHATAN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK). Banda Aceh FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : HUBUNGAN DERAJAT PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (SHARAH ANNISA, 2017)
Abstract
Baca Juga : KARAKTERISTIK ASMA, KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER BERBASIS STEROID DAN ASTHMA CONTROL TEST PADA PASIEN ASMA DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT TINGKAT II ISKANDAR MUDA (Rizkha Aidira Aprilia, 2025)