Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol curcuma aeruginosa roxb terhadap waktu mortalitas cacing fasciola gigantica, dan untuk mengetahui perubahan histopatologi yang terjadi pada cacing fasciola gigantica. ekstrak c. aeruginosa roxb disiapkan dalam tiga konsentrasi berbeda, yaitu 10% (p1), 25% (p2), dan 50% (p3). larutan phosphate buffered saline (pbs) sebagai kontrol negatif (k1) dan albendazole sebagai kontrol positif (k2). setiap kelompok perlakuan dihitung waktu mortalitas cacing dan dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan hematoxylin-eosin. hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu mortalitas cacing pada p1, p2 dan p3 yaitu 75 menit, 57 menit, dan 48 menit. sedangkan pada k1 yaitu 441 menit, dan k2 pada 30 menit. pengamatan histopatologi menunjukkan bahwa pemberian albendazole dan ekstrak c. aeruginosa roxb mengakibatkan kerusakan terutama pada tegument, ovary, testis, dan intestine cacing. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak metanol c. aeruginosa roxb memiliki aktifitas antelmintik terhadap cacing f. gigantica secara in vitro. ekstrak metanol c. aeruginosa roxb ini juga dapat menimbulkan kerusakan pada tegumen, organ reproduksi, dan saluran pencernaan cacing f. gigantica. kata kunci: albendazole, pelarut polar, vermicide
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH EKSTRAK METANOL TEMU IRENG (CURCUMA AERUGINOSA ROXB.) TERHADAP FASCIOLA GIGANTICA SECARA IN VITRO. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : INFESTASI DAN PREVALENSI FASCIOLA GIGANTICA PADA SAPI KURBAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (HERIYAWAN, 2021)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH VARIETAS DAN DOSIS PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) (Nurul Munajad, 2013)