Latar belakang, penyakit hirschsprung (hirschsprung disease) atau megakolon aganglionik kongenital merupakan penyebab paling umum dari obstruksi usus bayi usia 0 – 28 hari (neonatus). pemeriksaan radiologi merupakan salah satu modalitas yang dapat digunakan untuk diagnosis penyakit hirschsprung. modalitas radiologi yang umum digunakan untuk diagnosis penyakit hirschsprung adalah barium enema dan barium retensi. pemeriksaan barium enema mempunyai sensitivitas 64-76% dan spesifisitas 74-90%. sedangkan barium retensi memiliki sensitivitas dan spesifisitas pada penelitian sebelumnya 40-65%. tujuan penelitian, untuk mengetahui korelasi barium enema dan barium retensi untuk diagnosis penyakit hirschsprung. metodologi, penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan design analitik observasional, menggunakan metode korelasi koefisien kontingensi. hasil dihitung menggunakan software spss 17. hasil, peneltian ini didapatkan 20 sampel yang terdiagnosa ph secara klinis lalu dilanjutkan pemeriksaan radiologi barium enema dan barium etensi dijumpai 17 sampel (85%) yang ph dan 3 sampel (15%) bukan ph setelah dilanjutkan dengan pemeiksaan patologi anatomi. hasil uji koefisien korelasi didapatkan c=0,622 dengan p-value 0,01, yang berarti memiliki korelasi positif kuat. kesimpulan, pemeriksaan radiologi barium enema dan barium retensi mempunyai korelasi positif kuat dalam penegakan diagnosa ph. kata kunci, penyakit hirschsprung, barium enema, barium retensi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KORELASI BARIUM ENEMA DAN BARIUM RETENSI UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT HIRSCHPRUNG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : PENGARUH EMOSIONAL PEKERJA TERHADAP KINERJA; PENYAMPAIAN AFEKTIF SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI PADA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (YUNI ANANDA ZULFIDA, 2016)