Abstrak regulasi diri adalah bentuk pengendalian diri dimana individu mampu tetap fokus dengan tujuannya.mahasiswa memerlukan regulasi diri agar dapat mengatur semua kegiatannya, terutama padamahasiswa yang bekerja agar dapat menyeimbangkan kedua aktivitasnya yaitu kuliah dan bekerja.tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan regulasi diri pada mahasiswa bekerja dan tidak bekerja di universitas syiah kuala (unsyiah).teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. subjek dalam penelitian ini sebanyak 120 mahasiswa (60 mahasiswa bekerja dan 60 mahasiswa tidak bekerja) yang sedang menempuh pendidikan strata 1 (sarjana). pengumpulan data menggunakan the short self-regulation questionnaire (ssrq) yang terdiri dari 31 pernyataan yang dikembangkan oleh carey, neal & collins.hasil analisis data menggunakan independent samples t-test yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan regulasi diri pada mahasiswa bekerja dan mahasiswa yang tidak bekerja di unsyiah dengan nilai mean bekerja= 117,85 mean tidak bekerja= 118,03, t (118)= -0,79 (p>0,05). hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa bekerja dan tidak bekerja memiliki tingkat regulasi diri yang sedang. semakin tinggi skor yang diperoleh individu pada ssrq maka semakin tinggi regulasi diri individu.sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh maka semakin rendah kemampuan individu dalam meregulasi diri. kata kunci: regulasi diri, mahasiswa bekerja dan tidak bekerja, universitas syiah kuala
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN REGULASI DIRI PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DAN MAHASISWA YANG TIDAK BEKERJA. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : HUBUNGAN REGULASI DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS SYIAH KUALA (T. Riki Azhari, 2016)