Penanganan feline chlamydiosis pada kucing di rumah sakit hewan dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi sumatera barat abstrak praktek kerja lapangan ini bertujuan untuk mengetahui cara penanganan feline chlamydiosis pada kucing di rumah sakit hewan dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi sumatera barat. feline chlamydiosis merupakan penyakit menular umumnya menyerang 9% pada kucing domestik yang belum di berikan vaksin. diagnosa dari feline chlamydiosis dapat ditegakkan melalui beberapa tahapan yaitu berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pada kucing tersebut belum diberi vaksin f4 (feline panleukopenia, feline calicivirus, feline rhinotracheitis dan feline chlamydiosis), nafsu makan baik dan tidak terjadi diare ataupun muntah, temperatur tubuh kucing tersebut 39ºc dengan berat badan 0,7 kg. penanganan diinjeksikan secara subkutan obat-obatan terdiri dari hematodin®, biodin®, penstrep®, dimedryl® dan gentamicin sulfate 0,3%®. pencegahan feline chlamydiosis dapat dilakukan dengan memberikan vaksin kepada hewan kesayangan sebagai tindakan pencegahan. kucing dilakukan vaksin pertama pada umur 16 minggu kemudian boster 1 bulan setelah itu dan selanjutnya satu kali setiap tahun. kata kunci : feline chlamydiosis, kucing
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENANGANAN FELINE CHLAMYDIOSIS PADA KUCING DI RUMAH SAKIT HEWAN DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI SUMATERA BARAT. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : MANAJEMEN PERAWATAN PADA FELINE LOWER URINARY TRACT DISEASE (FLUTD) PADA KUCING JANTAN MIXDOM DI UPTD RSH SUMATERA BARAT (Wini Cania, 2024)
Abstract
Baca Juga : PERSIAPAN DAN PEMASANGAN KATETER PADA KUCING JANTAN (Muhammad Ridwan, 2020)