Abstrak penelitian ini berjudul tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat aceh tamiang (“dilema keutuhan dan keberlanjutannya”). tujuan penelitin ini adalah untuk mendeskripsikan tradisi berbalas pantun adat perkawinan di masyarakat aceh tamiang, faktor yang menyebabkan hilangnya beberapa tahapan berpantun dalam adat perkawinan di masyarakat aceh tamiang, dan mengetahui perubahan bentuk berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat aceh tamiang deskriptif. sumber data dalam penelitian ini adalah para syeh atau pemantun yang sudah lama melestarikan tradisi berbalas pantun yaitu wak alang, wak uteh, dan wak yo. teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. hasil analisis data menunjukkan bahwa : (1) tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinana masyarakat aceh tamiang masih bertahan hingga saat ini (2) penyebab hilangnya beberapa tahapan berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat aceh tamiang adalah perkawinan berbeda suku yang pengantin pria tidak memahami proses-proses dalam adat perkawinan masyarakata aceh tamiang. . (3) penyebab perubahan bentuk berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat aceh tamiang dikarenakan masyarakat yang menginginkan tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat aceh tamiang yang menghibur dan mengikuti perkembangan zaman. kata kunci: tradisi berbalas pantun, tahapan berbalas pantun, bentuk berbalas pantun.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG (“DILEMA KEUTUHAN DAN KEBERLANJUTANNYA”). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : ANALISIS NILAI SOSIAL DAN BUDAYA DALAM PANTUN ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT DI SAMADUA ACEH SELATAN (ULFA MUTIA, 2023)
Abstract
Baca Juga : PERKEMBANGAN TRADISI BERSEBUKU DALAM PERKAWINANRNMASYARAKAT GAYO DI DESA DARUL AMAN KECAMATAN PERMATARNKABUPATEN BENER MERIAH, 1979-2014 (WAHUSNA ARUNI, 2015)