Literatur pemulihan sebagian besar terfokus pada proses pemulihan di luar tempat dan waktu kerja. mempertimbangkan kurangnya penelitian tentang pemulihan sementara di tempat kerja, penulis meneliti empat kategori dari kegiatan jeda singkat di antaranya relaxation, nutrition-intake, social, dan cognitive activities sebagai mekanisme pemulihan yang mungkin dilakukan di tempat kerja. dengan menggunakan effort recovery dan conservation of resources theories, penulis berhipotesis bahwa aktivitas mikro-break melemahkan hubungan penyebab stress (tekanan) yang umum antara tuntutan kerja dan efek negatif. peralatan pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan populasi sebagai sampel di mana150 karyawan kantoran di banda aceh mengisi form kuesioner mengenai apa yang mereka resakan selama bekerja dan kegiatan jeda singkat apa saja yang mereka lakukan. analisis data yang digunakan adalah mra (moderated regression analysis). hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan jeda singkat baik itu relaksasi, pemenukan nutrisi, aktivitas social dan katifitas kognitif dapat mengurang pengaruh hubungan tuntutan kerja dengan efek negative pada bagian akhir di hari kerja.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH TUNTUTAN KERJA TERHADAP EFEK NEGATIF PADA BAGIAN AKHIR DI HARI KERJA DIMODERASI OLEH MICRO BREAK ACTIVITIY DI PERUSAHAAN PERBANKAN DI BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA (Riyan Rinaldi, 2017)