Penyakit jantung koroner (pjk) adalah penyakit yang terjadi akibat aterosklerosis sehingga arteri koronaria menyempit. salah satu gejala dari penyakit jantung koroner adalah adanya angina, yaitu perasaan tidak nyaman dan nyeri dada. salah satu pilihan tatalaksana penting untuk pjk, termasuk meredakan angina, adalah intervensi koroner perkutan (ikp). namun, masih ada pasien yang mengalami angina pasca ikp. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui derajat nyeri dada pasien sebelum dan sesudah ikp. penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. metode sampling yang digunakan yakni consecutive sampling dan melibatkan 88 responden. responden penelitian adalah pasien pasca ikp yang diwawancarai di poliklinik jantung rsudza. dari hasil penelitian diperoleh hasil sebanyak 41 responden (46,6%) mengalami angina pasca ikp sedangkan 47 responden (53,4%) tidak mengalami angina pasca ikp. nyeri dada yang responden kemudian diukur dengan canadian cardiovascular society grading of angina pectoris (ccsa). hasil didapatkan bahwa sebelum tindakan pasien mengalami angina berat, yakni grade iii. setelah ikp, jumlah responden yang mengalami angina menurun dan responden yang merasakan angina berada dalam grade ? ii. kesimpulan dari penelitian ini adalah 46,6% pasien pasca ikp masih merasakan nyeri dada dan nyeri dada responden berkurang secara signifikan setelah menjalani ikp. kata kunci : penyakit jantung koroner, intervensi koroner perkutan, angina pasca ikp, canadian cardiovascular society grading of angina pectoris
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN DERAJAT NYERI DADA PASIEN PASCA TINDAKAN INTERVENSI KORONER PERKUTAN. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : KARAKTERISTIK DAN GAMBARAN NYERI PASIEN PASCA OPERASI OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION HUMERUS DENGAN ANESTESI UMUM DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE 2023 (NAUFAL ARI MURTHADHA, 2024)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, USIA MENARCHE, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DYSMENORRHEA PRIMER PADA WANITA (Diva Riamilda Irianto, 2017)