Seorang wasit yang diharapkan akan menjalankan fungsinya secara baik dan benar dengan selalu menjunjung tinggi rasa keadilan dan tanggung jawab terhadap terse-lenggarakannya pertandingan. kesukaran yang muncul di lapangan tidak saja disebabkan oleh kurang dikuasainya ‘medan’ lapangan, melain¬kan juga faktor-faktor eksternal yang mendu¬kungnya. hal ini kiranya bukan menjadi suatu kendala kemajuan dalam perwasitan, melainkan lebih menjadikan suatu tantangan yang perlu diha¬dapi oleh wasit dalam menegakkan otoritas dan kredibilitasnya. dalam penelitian ini pengambilan subjeknya adalah tim ahli dan wasit sepakbola asosiasi provinsi pssi aceh dan kemudian diambil secara acak dipilih sesuai dengan tingkatan-tingkatan baik kemampuan maupun usia. jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini diambil sejumlah 5 sampel. hasil dari penelitian yang sudah diperoleh berdasarkan analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen pengembangan standar fisik dan non fisik wasit sepakbola asosiasi pssi aceh merupakan standar yang valid dan reliabel dengan memiliki tingkat validitas atau kesahihan yang sedang dengan perolehan poin indek skor validitas 0.485 dan memiliki tingkat reliabilitas yang sedang atau keterandalan dengan perolehan poin indeks skor reliabilitas 0.443, sehingga produk pengembangan standar fisik dan non fisik wasit sepakbola asosiasi provinsi pssi aceh sehingga dapat digunakan dalam konteks perwasitan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGEMBANGAN STANDAR FISIK DAN NON FISIK WASIT SEPAKBOLA ASOSIASI PROVINSI PSSI ACEH. Banda Aceh Program Studi Magister Pendidikan Olahraga Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : EVALUASI TENTANG KETENTUAN PEMBAYARAN HONORARIUM WASIT SEPAKBOLA DI LINGKUNGAN ASPROV PSSI ACEH TAHUN 2018 (Juandi Munandar, 2019)
Abstract
Baca Juga : MINAT MAHASISWA PROGRAM STUDI PENJASKESREK FKIP UNSYIAH MENJADI PROFESI WASIT CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA (RAHMAT FAUZI, 2018)