Abstrak dengan semakin pesatnya pertumbuhan pengetahuan dan teknologi di bidang konstruksi yang mendorong kita lebih memperhatikan standar mutu serta produktivitas kerja. teknologi material bahan bangunan berkembang terus, salah satunya beton ringan aerasi (aerated lightweight concrete/alc), beton ringan aac ini pertama kali dikembangkan di swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan, beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengurangi berat jenis beton atau membuat beton lebih ringan, 1. membuat gelembung-gelembung gas/udara dalam adukan semen, 2. menggunakan agregat ringan, misalnya tanah liat bakar, batu apung atau agregat buatan, 3. membuat beton tanpa menggunakan butir-butir agregat halus atau pasir yang disebut sebagai beton non pasir. tahap penelitian ini dimulai dengan studi literatur, penyiapan peralatan dan bahan/material, pembuatan benda uji, perawatan benda uji, pengujian benda uji dan analisis data. metode pembuatan plat papan lantai beton ringan yaitu ; pemotongan besi yang telah diukur terlebih dahulu sesuai dengan ukuran yang diperlukan, wiremesh dilipat dan diikat menggunakan kawat ikat, setelah tulangan selesai dibuat tahap selanjutnya persiapan bahan seperti tanah pozolan sebanyak 15 kg, semen 40 kg, ferro foam concrete 1.6 kg dan air 25 kg. tahap pemasangan plat papan lantai jembatan, penerimaan unit-unit, persiapan kerja, pemasangan papan lantai jembatan dan finishing. kata kunci : beton ringan, plat lantai, metode pekerjaan pemasangan plat lantai.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN PAPAN LANTAI JEMBATAN DARI BETON BUSA RINGAN DI GAMPONG IE SEUUM. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : STUDI KAPASITAS PENGHUBUNG GESER BAUT PADA PANEL FEROFOAM KOMPOSIT BETON RINGAN BUSA TERHADAP GESER MURNI DENGAN METODE UJI PUSH OUT TEST (Multazam, 2024)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN PERKUATAN LANTAI DAN GELAGAR JEMBATAN (STUDI KASUS JEMBATAN LHOK AWE INCIEN DAN JEMBATAN ALUE RAMBONG 1 ACEH BESAR) (Dian Edi Syah Putra, 2016)