Pengembangan metode deteksi korosi terus dikembangkan, salah satunya adalah boundary element inverse analysis (beia). beia merupakan suatu perangkat lunak yang berbasis boundary element method (bem) dan particle swarm optimization (pso). bem digunakan untuk menghitung nilai potensial pada permukaan beton. sementara itu, pso digunakan untuk mengevaluasi cost function untuk mendeteksi korosi pada baja tulangan yang berada di dalam beton. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kepekaan ukuran mesh terhadap kinerja perangkat lunak beia dalam mendeteksi lokasi korosi pada beton bertulang. ukuran mesh yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,5 mm, 0,625 mm, 1 mm, 1,25 mm, 1,5 mm, 1,9 mm, 2 mm, 2,5 mm, 5 mm dan 10 mm. beia dijalankan dengan lima belas data nilai pengukuran potensial pada permukaan beton dengan tiga digit dibelakang koma sebagai referensi seperti dari pengukuran half-cell potential mapping. hasil simulasi numerik pada beton bertulang menunjukkan dalam rentang : 0,5 < ukuran mesh ? 1,9 mm menghasilkan akurasi lokasi yang sangat baik dengan eror ? 5%. sementara itu, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan simulasi semakin lama seiring ukuran mesh semakin kecil. sedangkan dengan bertambahnya ukuran mesh akan berdampak pada eror yang dihasilkan yaitu nilai eror > 5%. oleh karena itu, ukuran mesh memberikan efek terhadap kemampuan perangkat lunak beia dalam mendeteksi lokasi korosi pada beton bertulang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI KEPEKAAN UKURAN MESH TERHADAP KEMAMPUAN PERANGKAT LUNAK BEIA DALAM MENDETEKSI LOKASI KOROSI PADA BETON BERTULANG. Banda Aceh FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : STUDI PENGARUH JUMLAH DATA PENGUKURAN NILAI POTENSIAL TERHADAP KINERJA BEIA DALAM MENDETEKSI LOKASI KOROSI BETON BERTULANG (Muhammad Akbarul Karim, 2021)
Abstract
Baca Juga : PEMETAAN RESIKO KOROSI BAJA TULANGAN PADA RUMAH PENDUDUK YANG DI BANGUN SEBELUM DAN SESUDAH TSUNAMI 2004 DI KAWASAN BANDA ACEH (ZULFAN FAUZI, 2024)