Abstrak terlahir dengan kondisi fisik yang utuh dan berfungsi dengan baik menjadi harapan bagi hampir setiap orang, tetapi kemalangan dapat menimpa beberapa orang yang terlahir dengan kondisi fisik yang kurang atau congenital disability (disabilitas fisik bukan bawaan). selain penyandang congenital disability, ada juga penyandang acquired disability (disabilitas fisik bukan bawaan). penyandang disabilitas fisik yang tidak dapat menerima keadaan dirinya sangat mudah mengalami pikiran dan emosi-emosi negatif berupa cemas, malu, sedih, kurang percaya diri, perasaan tidak berguna, penyesalan, mudah marah, mengurung diri, menarik diri dari lingkungan jika berkepanjangan dapat mengalami depresi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerimaan diri dalam menjalani kehidupan pada congenital disability dengan acquired disability. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif dan pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. jumlah subjek 60 orang penyandang disabilitas fisik ( 30 orang subjek penyandang congenital disability dan 30 orang subjek acquired disability). alat ukur yang digunakan merupakan adaptasi skala penerimaan diri yang disusun oleh berger. hasil analisis data menggunakan uji independent samples t-test menunjukkan nilai p=0,151 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN PENERIMAAN DIRI DALAM MENJALANI KEHIDUPAN PADA CONGENITAL DISABILITY DAN ACQUIRED DISABILITY. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RNFAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RNRNRNFAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OUTCOME PENDERITA STROKE HEMORAGIK (INDAH RIZKI HAKSAPANI, 2014)
Abstract
Baca Juga : PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KOMBINASI NEURAL PROLOTERAPI DAN GABAPENTIN DENGAN GABAPENTIN TUNGGAL TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH (Ellya Nurfida, 2021)