Abstrak penyakit jantung koroner adalah gangguan fungsi jantung akibat pengurangan suplai darah ke otot jantung oleh adanya plak aterosklerosis. infark miokard akut merupakan manifestasi klinis dari penyakit jantung koroner yang paling banyak menyebabkan morbiditas dan mortalitas. keadaan hiperglikemia kronis yang mengawali kejadian infark miokard akut dapat berlanjut pada komplikasi kejadian kardiovaskular mayor (cardiac events). komplikasi ini meliputi gagal jantung kongestif, syok kardiogenik, aritmia, infark miokard berulang, dan kematian. tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peningkatan kadar hemoglobin terglikosilasi (hba1c) terhadap kejadian kardiovaskular mayor pada pasien pasca infark miokard akut. penelitian ini menggunakan metode kohort prospektif yaitu melakukan pengambilan data awal pasien, kemudian melakukan observasi selama 2 bulan kedepan terhadap perjalanan penyakit. pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability dengan desain total sampling. dari hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 69 pasien, dimana terdapat 49 sampel dengan kadar hba1c tidak terkontrol (>6,5%) dan 20 sampel sebagai pasien kontrol dengan kadar hba1c (
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKOSILASI (HBA1C) TERHADAP KEJADIAN KARDIOVASKUKAR MAYOR PADA PASIEN PASCA INFARK MIOKARD AKUT. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2018
Baca Juga : HUBUNGAN PENINGKATAN KADAR GLUKOSA PLASMA DAN TROPONIN-I PENDERITA INFARK MIOKARD AKUT DI RUANG ICCU RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Nindy Aprilla Putri, 2016)