ringkasan rumah makan ayam dan bebek penyet mr. cabe adalah rumah makan yang terletak di kota banda aceh dan mengadopsi makanan khas pulau jawa dengan racikan khas rempah - rempah aceh. perkembangan kuliner yang menawarkan berbagai produk dan pelayanan semakin meningkat, seperti perusahaan waralaba asal lokal dan asing serta industri lainnya yang berbasis kuliner. tingginya persaingan pasar menjadi permasalahan utama bagi rumah makan ayam dan bebek penyet mr. cabe dalam mencapai tujuantujuan perusahaan. tujuan penelitian strategi pemasaran yaitu untuk mengidentifikasi faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan, faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman pada rumah makan ayam dan bebek penyet mr. cabe di kota banda aceh dan menganalisis serta menentukan strategi pemasaran yang dijalankan rumah makan ayam dan bebek penyet mr. cabe berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal rumah makan ayam dan bebek penyet mr. cabe di kota banda aceh. teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi. data sekunder diperoleh dari studi dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian. responden dalam penelitian ini adalah pemilik perusahaan dan manajer. penentuan dilakukan berdasarkan ruang lingkup penelitian dan pemahaman responden terhadap rumah makan ayam dan bebek penyet mr. cabe di kota banda aceh. metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis swot (strengths, weakness, opportunities, threats) dan deskriptif, untuk memperoleh strategi pemasaran yang tepat bagi rumah makan ayam dan bebek penyet mr.cabe kota banda aceh. analisis swot dilakukan dengan beberapa tahap. tahapan analisis dilakukan melalui empat tahap, 1) tahap input atau pemasukan data menggunakan matriks ifas (faktor internal) dan matriks efas (faktor eksternal), 2) tahap penentuan posisi rumah makan ayam dan bebek penyet mr. cabe dengan memnggunakan matriks ie (internaleksternal). 3) tahap menentukan jenis strategi menggunakan diagram kuadran matriks swot. 4) tahap perumusan dan penentuan strategi pemasaran dengan matriks tows. hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi kekuatan internal adalah cita rasa ayam dan sambal yang khas, produk yang bervariasi, kualitas produk baik, sistem penjualan ekspansi, dan memberikan kenyamanan fasilitas terhadap karyawan dan kelemahan internal adalah produk yang tidak tahan lama, promosi yang dilakukan masih belum luas cakupannya, minimnya inovasi produk terbarukan, sistem manajemen yang tidak kompetitif, fasilitas yang tersedia terhadap pelanggan masih kurang memadai. faktor peluang eksternal adalah popularitas dan inovasi pengolahan ayam, meningkatnya teknologi informasi, proses pengendalian mutu yang terjamin, perkembangan perumahan dan perkantoran di wilayah sekitar, peningkatan umlah konsumsi ayam, dan perubahan gaya hidup masyarakat dalam menanggapi wisata kuliner dan faktor ancaman eksternal adalah meningkatnya pesaing perusahaan waralaba, stabilitas ekonomi yang tidak stabil, daya beli masyarakat yang menurun, harga yang ditawarkan pesaing semakin kompetitif, dan semakin banyaknya produk homogen. posisi kondisi rm. ayam dan bebek penyet mr. cabe berdasarkan analisis matriks ie berada pada sel v yaitu kondisi perbaiki dan berkembang. berdasarkan hasil pendekatan kuantitatif analisis swot menggunakan diagram analisis swot, posisi rm. ayam dan bebek penyet mr. cabe berada kuadran iii yaitu, pada titik sumbu x (-0,09375) dan y (0,375). posisi ini menunjukkan penerapan strategi yang tepat adalah strategi turn around, yaitu meminimalisir kelemahan internal dan memanfaatkan peluang. berdasarkan pengembangan analisis swot dari pendekatan kuantitatif, menimbulkan 3 alternatif strategi berdasarkan pendekatan kualitatif matriks tows, yaitu 1) optimalisasi sistem pemasaran, 2) optimalisasi kegiatan promosi, dan 3) memperbaiki layanan fasilitas yang disediakan terhadap pelanggan. pada matriks tows dapat diperoleh beberapa alternatif strategi pemasaran lainnya yang dapat diterapkan, yaitu 1) penetrasi aktif kedalam pangsa pasar, 2) mempertahankan dan meningkatkan citra perusahaan, 3) memperbaiki sistem manajemen, 4) menjaga kualitas mutu, 5) meningkatkan kualitas, rasa dan ciri khas produk unggulan 6) mengantisipasi perubahan perilaku konsumen dengan mengahadirkan varian harga yang lebih kompetitif, 7) melakukan subtitusi dan inovasi terhadap pengembangan varian produk, 8) memperbaiki fasilitas tempat yang disediakan terhadap konsumen, 9) memberikan training terhadap karyawan dapat memberikan dampak pelayanan yang lebih baik terhadap konsumen.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN AYAM DAN BEBEK PENYET MR. CABE DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN AYAM LEPAS DI KOTA BANDA ACEH (Tawirliyah, 2021)
Abstract
Baca Juga : IDENTIFIKASIBAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA DAGING AYAM BAKADIRUMAH MAKAN NON-WARALABA KOTA BANDA ACEH (ADIB RAHMAN, 2016)