Abstrak kata kunci: tari, rateb meuseukat, notasi laban penelitian tentang “notasi laban tari rateb meuseukat di sanggar seni cut nyak dhien banda aceh” ini mengangkat masalah bagaimana bentuk notasi laban tari rateb meuseukat di sanggar seni cut nyak dhien banda aceh, yang bertujuan untuk mendeskripsikan notasi laban sebagai sarana pemahaman gerak tari rateb meuseukat di sanggar seni cut nyak dhien banda aceh. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang tari rateb meuseukat di sanggar seni cut nyak dhien banda aceh. subjek penelitian adalah pemimpin sanggar beserta penari sanggar cut nyak dhien banda aceh, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah tari rateb meuseukat. data diperoleh dengan tehnik observasi, dokumentasi dan wawancara. analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa tari rateb meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala, dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. dalam bentuk pencatatan notasi laban tari rateb meuseukat, penari juga melakukan gerakan secara berselang–seling yaitu atas dan bawah, tari rateb meuseukat di sanggar seni cut nyak dhien banda aceh memiliki 12 macam ragam gerak dengan tempo yang berbeda.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
NOTASI LABAN TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR SENI CUT NYAK DHIEN BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2018
Baca Juga : PROSES PEMBELAJARAN TARI RATEB MEUSEUKAT DISANGGAR TICEMPALA KUNENG DESA ALUE GAJAH KECAMATAN SUKA MAKMUE KABUPATEN NAGAN RAYA (LISA ISMAWATI, 2015)
Abstract
Baca Juga : BENTUK PENULISAN NOTASI LABAN TARI LIKOK PULO PADA SANGGAR SYECH AHMAD BAIDEHON DI PULO ACEH (CUT NADEVI WULAN TRIANI, 2024)