Fenomena resistensi terhadap antimikroba menuntut adanya penemuan dan pengembangan bahan alami sebagai antimikroba baru yang lebih poten. cacing tanah (lumbricus rubellus) merupakan bahan alam yang mengandung peptida antimikroba lumbricin-1 yang secara in vitro dapat menghambat pertumbuhan bakteri. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi hambat minimum (khm) dan konsentrasi bunuh minimum (kbm) tepung cacing tanah (tct) terhadap methicilllin resistant staphylococcus aureus (mrsa). penelitian ini merupakan penelitian rancangan acak lengkap dengan metode dilusi tabung yang terdiri dari 7 kelompok , yaitu 1 kelompok kontrol negatif, 1 kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan yang terdiri dari konsentrasi tct 25 mg, 50 mg, 100 mg, 200 mg, dan 400 mg dalam 5 ml pelarut asam asetat dan asetonitril konsentrasi 1 %. pada kontrol negatif media nb dan kontrol positif yaitu media nb dan suspensi bakteri. konsentrasi hambat minimum (khm) yaitu didapatkan dari pengukuran absorbansi pada masing-masing suspensi uji dengan menggunakan spektrofotometer. konsentrasi bunuh minimum didapat dari perhitungan jumlah koloni yang tumbuh pada media na. hasilnya didapatkan bahwa khm adalah pada konsentrasi tct 200 mg/ 5ml, dengan nilai absorban paling rendah. pada kbm adalah jumlah koloni terkecil pada media na, yaitu pada konsentrasi tct 200 mg/5ml. berdasarkan analisis statistik dengan uji anova dan uji beda duncan pada ci 95% didapatkan bahwa khm dan kbm tct terhadap mrsa adalah 200 mg/5 ml. kata kunci : lumbricus rubellus, khm, kbm, mrsa
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENENTUAN KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM TEPUNG CACING TANAH (LUMBRICUS RUBELLUS) TERHADAP METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2014
Baca Juga : UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR TEPUNG CACING TANAH ( LUMBRICUS RUBELLUS ) TERHADAP RNISOLAT KLINIS CANDIDA ALBICANS RNSECARA IN VITRO (Novita Yuniwanda Islami, 2014)
Abstract
Baca Juga : UJI DAYA HAMBAT DAN DAYA BUNUH ESKTRAK BONGGOL NANAS (ANANAS COMOSUS L) TERHADAP BAKTERI FUSOBACTERIUM NUCLEATUM (IQBAL HILMI RIFTYA, 2024)