Penyesuaian perkawinan merupakan proses membiasakan diri (adaptasi) dengan situasi baru sebagai suami istri dalam membentuk keluarga untuk memenuhi harapan dan tujuan perkawinan, serta menyelesaikan masalah yang muncul dalam perkawinan. salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi penyesuaian perkawinan adalah berkomunikasi secara asertif. ciri individu yang memiliki asertivitas adalah mampu menyatakan perasaan, keinginan, dan hak-haknya secara terbuka. individu yang mampu berperilaku asertif akan mudah dalam menyesuaikan diri terutama dalam perkawinan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas dengan penyesuaian perkawinan pada dewasa awal di aceh tengah. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik acak sederhana. sampel penelitian adalah dewasa awal dengan kriteria usia 20 tahun hingga 39 tahun, usia pernikahan 4 bulan hingga 2 tahun, dan berdomisili di aceh tengah. pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan skala asertivitas sebanyak 16 pernyataan dan skala penyesuaian perkawinan sebanyak 20 pernyataan. hasil analisis data menggunakan teknik korelasi pearson produk momen menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,649 dengan nilai p = 0,000 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA ASERTIVITAS DENGAN PENYESUAIAN PERKAWINAN PADA DEWASA AWAL DI ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2014
Baca Juga : HUBUNGAN MINDFULNESS DENGAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY PADA USIA DEWASA AWAL (HASIANI, 2025)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN DEPRESI DAN FAKTOR BINGE WATCHING PADA DEWASA AWAL (RENI SRIANA, 2021)