Ringkasan wilda hanifa. perbedaan penyampaian informasi antara media leaflet dan penyuluhan terhadap kewaspadaan gigitan anjing penular rabies pada siswa smp di kabupaten bener meriah. nurliana dan t. reza ferasyi. rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit hewan yang bersifat zoonosis (menular ke manusia) melalui pajanan atau gigitan hewan penular rabies (ghpr). sumber penularan rabies ke manusia di indonesia, disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi rabies (98%), dan lainnya oleh kera dan kucing. berdasarkan data dinkes provinsi aceh, kabupaten bener meriah menduduki peringkat ke-2 kasus ghpr tertinggi setelah kabupaten aceh tengah dari kurun waktu 2011-2016 dengan kasus kematian sebanyak dua orang dengan kasus gigitan tertinggi terjadi pada anak dan remaja. sosialisasi perlu dilakukan pada siswa sekolah karena mereka merupakan agen pembaharu dalam keluarganya, untuk itu penggunaan media promosi kesehatan yang tepat diharapkan pesan yang ingin disampaikan nantinya dapat diserap dengan baik. penyampaian informasi yang efektif dapat dilakukan dengan beberapa media informasi antara lain media leaflet dan penyuluhan. penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan antara penggunaan media leaflet dan penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa smp sebelum dan sesudah diberikan informasi dalam kewaspadaan gigitan anjing penular rabies serta efektifitas penggunaan media informasi. penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen menggunakan rancangan pretest-posttest design dengan dua perlakuan menggunakan media leaflet dan penyuluhan dengan jumlah sampel sebesar 202 siswa yang diambil dari dua sekolah smpn.1 bukit dan smpn.5 bandar yang selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok (101 siswa untuk leaflet dan 101 siswa untuk penyuluhan) yang diambil secara acak. hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan sikap dan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan informasi dengan media leaflet dan penyuluhan. berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan uji kolmogorov smirnov dan uji perbedaan menggunakan uji wilcoxon untuk data sebelum dan setelah menggunakan media leaflet dan penyuluhan diperoleh nilai alpha (sig.=0.000 ? = 0.05). pemanfaatan media leaflet dan penyuluhan dalam penyampaian informasi kepada siswa memiliki tingkat keefektifan yang sama, dalam arti baik penggunaan media leaflet dan penyuluhan sebagai sumber informasi sama efektifnya jika dijadikan rujukan dalam penyampaian informasi mengenai rabies pada siswa smp.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERBEDAAN PENYAMPAIAN INFORMASI ANTARA MEDIA LEAFLET DAN PENYULUHAN TERHADAP KEWASPADAAN GIGITAN ANJING PENULAR RABIES PADA SISWA SMP DI KABUPATEN BENER MERIAH. Banda Aceh Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Veteriner Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : STUDI KETERKAITAN SOSIO-DEMOGRAFI PEMILIK DAN SOSIO-EKOLOGI ANJING DENGAN PENINGKATAN KASUS GIGITAN BERPOTENSI RABIES DI KABUPATEN BENER MERIAH (Agus Nurza Zulkarnain, 2016)