Risiko yang merupakan bentuk ketidakpastian tentang suatu keadaan juga kerap timbul pada aktivitas supply chain. jika tidak ditangani dengan baik maka dapat mengakibatkan gangguan bisnis dalam skala besar. aktivitas supply chain yang tidak selalu berjalan mulus dan memiliki peluang untuk timbulnya risiko juga dapat terjadi di ud.sarigut bakery. penerapan manajemen risiko supply chain yang belum pernah dilakukan membuat peluang timbulnya risiko semakin besar. untuk itu digunakan metode house of risk (hor) dan metode fuzzy analytical hierarchy process (fahp) dalam pemecahan masalah guna memudahkan tercapainya tujuan penelitian. metode hor digunakan untuk mengidentifikasi dan memberi penilaian risiko sedangkan fahp digunakan untuk menentukan strategi mitigasi yang akan dilakukan terhadap prioritas agen atau penyebab risiko. hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terdapat sebanyak 24 kejadian risiko dan 26 agen risiko yang berhasil teridentifikasi yang terjadi pada ud.sarigut bakery. dari hasil evaluasi risiko dengan menggunakan diagram pareto, terdapat 3 agen risiko dari total 26 agen dengan nilai arp tertinggi. agen risiko tersebut adalah kelalaian tenaga kerja (pa) dengan nilai arp sebesar 1875, prosedur kerja kurang jelas (pb) 1687, dan belum ada perencanaan jangka panjang (pc) 1554. mitigasi yang dilakukan untuk ketiga agen risiko tersebut sebanyak 9 strategi mitigasi dengan bobot paling tinggi ialah melakukan training secara berkala (pa1) dengan nilai bobot sebesar 0,33.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS STRATEGI MITIGASI RISIKO SUPPLY CHAIN DENGAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA UD.SARIGUT BAKERY. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : ANALISIS MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR),(STUDI KASUS:KILANG KELAPA SAWIT RIMO-ACEH SINGKIL) (Sayed Arif Rafsanjani, 2016)
Abstract
Baca Juga : EVALUASI MANAJEMEN RISIKO SISTEM RANTAI DINGIN PADA INDUSTRI ES KRISTAL(STUDI KASUS:PT. POLAR JAYA PERKASA) (Siti Febrianti Tafnar, 2018)