Sistem produksi merupakan kumpulan dari sub sistem yang saling berinteraksi dengan tujuan mentransformasikan input produksi menjadi ouput produksi. perencanaan produksi merupakan hal penting dalam pembuatan rencana tercapaianya tingkat keseimbangan atau line balancing. permasalahan line balancing menggunakan metode algoritma genetika karena dapat memberikan solusi yang mampu merancang keseimbangan lintasan yang lebih baik dimana metode ini terinsipirasi oleh evolusi biologi seperti warisan, seleksi alam, mutasi dan pindah silang. representasi kromosom menjadi langkah awal dalam input algoritma genetika untuk mewakili solusi dari permasalahan yang akan diberikan yang kemudian akan di pindah silang dan mutasi. cv. ija kroeng merupakan sebuah perusahaan industri manufaktur yang bergerak di bidang produksi garment yaitu kain sarung, celana sarung dan baju koko. ketidakseimbangan lintasan pada proses produksi pembuatan baju koko dengan motif “capsikureung” menyebabkan bottleneck sehingga menjadi permasalahan pada penelitian ini. pada saat ini, perusahaan memiliki 19 elemen operasi dengan 8 stasiun kerja dan efisiensi lintasan hanya sebesar 69,60%. hasil yang didapatkan adalah lintasan produksi baju koko memiliki urutan pengerjaan elemen operasi yang berbeda dengan efisiensi lintasan meningkat sebesar 92,857% serta pengurangan stasiun kerja menjadi 6 stasiun kerja. kata kunci : sistem produksi, line balancing, bottleneck, algoritma genetika.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENGURANGI BOTTLENECK PADA PRODUKSI BAJU KOKO (STUDI KASUS: CV. IJA KROENG). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PERANCANGAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN PADA PENJADWALAN MESIN JOB SHOP (Muliana, 2019)
Abstract
Baca Juga : VARIASI MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN KERAPU KOKO (EPINEPHELUS QUOYANUS) OF EKOSISTEM TERUMBU KARANG UJONG PANCU KABUPATEN ACEH BESAR (Rici Riswanti, 2022)