Pt polar jaya perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan es kristal. perusahaan ini merupakan pemasok es kristal terbesar di banda aceh, namun dalam memproduksi es kristal, pt polar jaya perkasa mengalami beberapa permasalahan seperti es yang mengalami defect, waktu tunggu pemindahan es kristal ke cold storage, serta produksi yang tidak sesuai dengan permintaan. permasalahan merupakan waste sehingga perlu dieliminasi menggunakan pendekatan lean manufacturing. metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dan mengurangi pemborosan tersebut. pemetaan aktivitas produksi dilakukan dengan menggunakan value stream mapping, diperoleh 6 aktivitas bernilai tambah, 4 aktivitas tidak bernilai tambah, dan 5 aktivitas penting namun tidak bernilai tambah. kemudian untuk mengidentifikasi waste tertinggi digunakan waste assessment model (wam). dari wam diperoleh waste tertinggi yaitu waste waiting dengan persentase bobot sebesar 23,24%. sub waste waiting kemudian dianalisis akar penyebab masalahnya dengan menggunakan tools 5 why. lalu dilakukan analisis mode kegagalan dengan failure mode effect analysis (fmea) dan diperoleh mode kegagalan es ter-package mencair sebagai prioritas utama untuk ditanggulangi. berdasarkan analisis keseluruhan maka diberikan rekomendasi perbaikan serta dirancang sebuah future state map yang mampu mereduksi lead time sebesar 21,21 menit dan mengurangi aktivitas dari 6 aktivitas menjadi 5 aktivitas. kata kunci: es kristal, value stream mapping, waste assessment model, 5 why, failure mode effect analysis.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE PADA PRODUKSI ES KRISTAL (STUDI KASUS: PT. POLA JAYA PERKASA). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PENERAPAN LEAN DAN GREEN MANUFACTURING PADA PLANT PRODUKSI READY MIX CONCRETE (STUDI KASUS: PT. LHOKNGA BETON) (Rahmad Rizki Karunia, 2019)
Abstract
Baca Juga : PERANCANGAN LEAN PRODUCTIVITY (STUDI KASUS : PT. ACEH LAMPULO JAYA BAHARI) (Teuku Safril Nizam. T.m, 2017)