Provinsi aceh merupakan salah satu wilayah di pulau sumatra yang bertepatan dengan pertemuan lempeng eurasia dan lempeng indo-australia. dampak negatif dari pertemuan lempeng tersebut adalah terjadinya gempa bumi. gempa bumi yang terjadi di wilayah ini telah menimbulkan berbagai kerugian termasuk korban jiwa. oleh karena itu, perkiraan kejadian gempa bumi diperlukan untuk mitigasi bencana yang disebabkan oleh gempa bumi. pada penelitian ini dilakukan analisis autokorelasi spasial untuk melihat hubungan antar titik gempa bumi dengan menggunakan uji moran’s i dan periode ulang gempa bumi yang terjadi di wilayah aceh dan sekitarnya menggunakan hubungan antara frekuensi dan magnitudo gempa bumi yang dikenal sebagai relasi gutenberg-richter. metode maksimum likelihood digunakan untuk menentukan parameter-parameter seismisitas yang diperoleh dari relasi tersebut. data yang digunakan adalah data dari katalog gempa bumi usgs (1907-2008) dan katalog gempa bumi bmkg (2009-2017) dengan kedalaman ? 80 km yang bertepatan pada 92° ? 98.5° bujur timur dan 0° ? 8° lintang utara. data magnitudo yang diperoleh dikonversi menjadi magnitudo momen (mw), kemudian dipilih data yang memiliki magnitudo (mw) minimum 5 yang merupakan gempa bumi merusak. hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara satu titik gempa dengan titik gempa lainnya dan periode ulang gempa bumi merusak (mw ? 5) diperkirakan akan terjadi kembali dalam kurun waktu 19,7 tahun di wilayah laut antara aceh barat daya dan simeulue. kata kunci: gempa bumi, maksimum likelihood, autokorelasi spasial, periode ulang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS AUTOKORELASI SPASIAL DAN PERHITUNGAN PERIODE ULANG GEMPA BUMI ACEH DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN METODE MAKSIMUM LIKELIHOOD. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : KAJIAN SEISMISITAS DAN PERIODE ULANG GEMPA BUMI DI ACEH (Rahmad Tauladani, 2015)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS WILAYAH GEMPA BUMI DI PROVINSI ACEH BERDASARKAN TINGKAT KEAKTIFAN GEMPA TAHUN 1921-2014 (LINDA WAHYUNA, 2016)