Prarancangan pabrik cocoa butter ini menggunakan bahan baku utama biji kakao. kapasitas produksi pabrik cocoa butter ini adalah 12.000 ton/tahun dengan masa kerja 330 hari/tahun. proses yang digunakan dalam prarancangan pabrik ini yaitu proses ekstraksi dengan menggunakan pelarut n-heksana. metode ekstraksi dengan penambahan pelarut organik menghasilkan 99% lemak dapat dipisahkan dari keping kakao. cocoa butter yang dihasilkan mengandung tidak lebih dari 5 ppm pelarut organik. pada prarancangan pabrik ini juga menghasilkan produk samping yaitu cocoa powder. bentuk perusahaan yang direncanakan adalah perseroan terbatas dengan menggunakan struktur organisasi garis dan staf. kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 97 orang. lokasi pabrik direncanakan didirikan di desa lhok puuk, kecamatan panteraja, kabupaten pidie jaya, aceh dengan luas tanah sebesar 26.400 m2. kebutuhan air untuk pabrik berasal dari sungai krueng baro. total air yang dibutuhkan pada pabrik cocoa butter ini sebesar 61.133,86 kg/jam. dari hasil analisa ekonomi diperoleh: a. fixed capital investment = rp 181.807.412.515 b. working capital investment = rp 45.451.853.129 c. total capital investment = rp.227.259.265.644 d. total biaya produksi = rp 1.574.836.707.917 e. hasil penjualan = rp 1.646.554.043.047 f. laba bersih = rp 53.788.001.347 g. break event point (bep) = 35,3% h. pay out time (pot) = 5 tahun 11 bulan. berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik cocoa butter dari biji kakao ini layak dilanjutkan ke tahap konstruksi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PRARANCANGAN PABRIK COCOA BUTTER DARI BIJI KAKAO DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 12000 TON/TAHUN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK PENGOLAHAN KAKAO MENJADI COCOA BUTTER DAN COCOA POWDER DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 27.500 TON/TAHUN (MUHAMMAD IQBAL, 2023)
Abstract
Baca Juga : APLIKASI STARTER (RAGI) UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS FERMENTASI BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DI TINGKAT PETANI (Irfan Fauzi Sembiring, 2016)