Nyeri kepala primer merupakan nyeri kepala berulang secara terus-menerus tanpa ada penyebab yang jelas dan hal ini dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari seperti berpikir, berkonsentrasi dan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaannya sehingga ada kecenderungan terjadinya depresi. tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri dengan tingkat depresi pada pasien nyeri kepala primer. penelitian dilakukan pada pasien nyeri kepala primer yang berkunjung ke poliklinik saraf rsudza banda aceh. metode penelitian ini bersifat studi cross sectional. pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling selama periode 03 maret – 10 maret 2014. intensitas nyeri diukur menggunakan visual analogue scale dan tingkat depresi menggunakan beck depression inventory ii. analisa data menggunakan uji spearman rank correlation. hasil penelitian didapatkan bahwa dari 41 responden didapatkan 1 orang (2,4%) nyeri ringan, 32 orang (78%) nyeri sedang, 6 orang (14,6%) nyeri berat dan 2 orang (4,9%) nyeri sangat berat. didapatkan pula bahwa 4 orang (9,8%) tidak depresi (normal), 5 orang (12,2%) depresi ringan, 24 orang (58,5%) depresi sedang dan 8 orang (19,5%) depresi berat. hasil uji spearman rank correlation didapatkan p = 0,001. hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas nyeri dengan tingkat depresi pada pasien nyeri kepala primer. kata kunci: nyeri kepala primer, intensitas nyeri, tingkat depresi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN NYERI KEPALA PRIMER. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2014
Baca Juga : HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN NYERI KEPALA PRIMER DI POLIKLINIK SARAF RSUDZA BANDA ACEH (RAISA SAFIRA PUTRI, 2019)