Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
CUT ULFA THURSINA, ANALSIS KEBERDAYAAN PETANI TAMBAK PASCA TSUNAMI DI KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2018

Aceh merupakan provinsi yang memiliki kawasan pesisir yang sangat luas. kawasan pesisir dimanfaatkan sebagai sumber mata pencaharian dengan dijadikannya sebagai lahan usahatani tambak. pada tahun 2003 luas areal budidaya perikanan yang tercatat di kabupaten aceh besar adalah 1.810,7 hektar. usaha budidaya perikanan tambak menjadi usahatani yang memiliki lahan yang paling luas yaitu dengan luas sebesar 1.005,7 ha dibandingkan usaha budidaya perikanan lainnya. bencana alam gempa bumi dan tsunami menyebabkan kerusakan dan hilangnya lahan tambak sehingga lahan yang tersisa hanyalah 112,00 ha. banyaknya bantuan yang diberikan untuk memperbaiki lahan tambak, baik bantuan dari pemerintah maupun dari lembaga lainnya telah memberikan harapan baru bagi petani untuk mengembangkan kembali usahatani tambak. seiring berjalannya waktu, kondisi usahatani tambak di kabupaten aceh besar telah kembali pulih. kecamatan peukan bada dan kecamatan mesjid raya merupakan dua kecamatan yang mengembangkan usahatani tambak dan telah mampu mengembangkan usahatani tambak dengan baik. hanya saja, produksi yang dapat dihasilkan saat ini belum mampu mencapai produksi seperti saat sebelum terjadinya tsunami. masih terdapat lahan tambak yang terbengkalai serta petani cenderung tidak memiliki peningkatan kemampuan dalam pengelolaan tambak jika dilihat dari sistem pengelolaan yang digunakan dominan adalah sistem tradisional. tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat keberdayaan petani tambak pasca tsunami di kabupaten aceh besar dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan petani tambak pasca tsunami di kabupaten aceh besar. penelitian ini dilakukan di kecamatan peukan bada dan kecamatan mesjid raya, kabupaten aceh besar dengan penentuan jumlah sampel ditetapkan secara purposive (sengaja). analisis yang digunakan yaitu pengukuran skala likert dan analisis regresi linear berganda yang ditransformasi ke dalam bentuk logaritma natural (ln). hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan petani tambak termasuk kedalam kategori sedang, yang terdiri dari beberapa indikator yaitu tingkat kesadaran dan keinginan untuk berubah, tingkat kemampuan meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses, tingkat kemampuan menghadapi hambatan, dan tingkat kemampuan membangun kerjasama dan solidaritas. tingkat kesadaran dan keinginan untuk berubah memiliki tingkat yang sedang. tingkat kemampuan meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses memiliki tingkat yang sedang. tingkat kemampuan menghadapi hambatan memiliki tingkat yang tinggi. tingkat kemampuan membangun kerjasama dan solidaritas memiliki tingkat yang sedang. keberdayaan petani tambak di pengaruhi oleh ketersediaan sumber daya (x1), kondisi sosial (x2), kondisi ekonomi (x3), motivasi (x5), dan inovasi (x7). variabel yang paling mempengaruhi keberdayaan petani tambak adalah variabel kondisi sosial, dapat dilihat dari nilai thitung pada variabel ini lebih besar dari nilai thitung variabel lainnya. hal ini menunjukkan pentingnya hubungan bersosialisasi bagi petani tambak dalam menjalankan usahataninya. sedangkan kelengkapan informasi(x4) dan penyuluhan/pendampingan (x6) tidak berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan petani tambak. kedua variabel tersebut tidak mempengaruhi keberdayaan petani karena tanpa kedua variabel tersebut petani tetap mampu menjalankan usahatani tambaknya.



Abstract



    SERVICES DESK