Belangie tuahte gundala. 1405101050042. pengaruh konsentrasi auksin dalam hydropriming benih cabai ringkasan cabai -1 tahun -1 namun produktivitas cabai tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 8,47 ton ha -1 tahun -1 atau terjadi penurunan sebesar 2,05%. penurunan produktivitas cabai di indonesia salah satunya dikarenakan petani masih menggunakan benih yang tidak bermutu. pada dasarnya, benih merupakan organisme hidup yang mutlak mengalami proses kemunduran dan akhirnya mati. proses kemunduran benih tidak dapat dicegah dan tidak dapat kembali namun dapat diperlambat dengan perlakuan tertentu. hydropriming adalah salah satu teknik peningkatan viabilitas benih melalui proses hidrasi-dehidrasi benih dengan cara perendaman benih di dalam air untuk kelangsungan proses metabolik menjelang perkecambahan benih. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi auksin dan tingkat kadaluarsa serta interaksi antara konsentrasi auksin dan tingkat kadaluarsa terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan bibit cabai yang telah mengalami kemunduran. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 0 = 0 g l -1 air, k 1 = 2 g l -1 air, k 2 = 4 g l -1 air, dan k 3 = 6 g l -1 air. faktor kedua yaitu tingkat kadaluarsa 1 = 4 bulan, t = 8 bulan dan t = 12 bulan. dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan. masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 36 satuan percobaan. parameter viabilitas yang diamati adalah potensi tumbuh maksimum 3 aplikasi perlakuan diawali dengan menimbang berat awal benih dengan timbangan analitik, setelah itu benih dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan direndam dalam 1 liter 2aquades dengan menambah indole acetid acid hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi auksin 2 g l secara efektif mampu meningkatkan viabilitas benih dan pertumbuhan bibit cabai kadaluarsa berdasarkan nilai tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh relatif, panjang akar primer, bobot brangkasan segar dan bobot brangkasan kering. tingkat kadaluarsa 4 bulan secara efektif mampu meningkatkan viabilitas benih dan pertumbuhan bibit cabai kadaluarsa dilihat berdasarkan nilai tolok ukur potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah, bobot brangkasan kering dan tinggi bibit pada 7 hspt. interaksi antara konsentrasi auksin 2 g l dan tingkat kadaluarsa 4 bulan secara efektif mampu meningkatkan nilai potensi tumbuh maksimum dan tinggi bibit pada 7 hspt, konsentrasi auksin 2 g l -1 dan tingkat kadaluarsa 8 bulan secara efektif meningkatkan nilai tinggi tanaman pada 7 hspt dan konsentrasi auksin 0 g l -1 dan tingkat kadaluarsa 4 bulan secara efektif meningkatkan nilai tinggi 14 hspt. -1 -1
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KONSENTRASI AUKSIN DALAM HYDROPRIMING BENIH CABAI KADALUARSA TERHADAP VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PERLAKUAN BIOPRIMING KOMBINASI AIR KELAPA MUDA DAN TRICHODERMA TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH CABAI KADALUARSA (CAPSICUM ANNUUM L.) (Vina Maulidia, 2015)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH GENOTIPE DAN PRIMING TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) KADALUARSA HASIL HIBRIDISASI (CUT RIFA DESWINA, 2025)