Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Zainuddin, UJI EFEKTIVITAS BIOHERBISIDA EKSTRAK ETIL ASETAT BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) DARI BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT DAN KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.). Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2018

Zainuddin. 1305101050027. uji efektifitas bioherbisida ekstrak etil asetat babadotan (ageratum conyzoides l.) dari berbagai ketinggian tempat dan konsentrasi terhadap pertumbuhan gulma bayam duri (amaranthus spinosun) di bawah bimbingan ir. gina erida, m.si. sebagai ketua dan sebagai anggota dr. siti hafsah, s.p, m.si. ringkasan gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh liar pada lahan budidaya atau tumbuhan yang tidak dikehendaki keberadaannya dan menimbulkan kerugian sehingga perlu dikendalikan.. bioherbisida dapat dihasilkan dari berbagai jenis tumbuhan yang menghasilkan alelopati, salah satu tumbuhan yang menghasilkan alelopati adalah babadotan. ketinggian tempat yang berbeda menyebabkan perbedaan pada lingkungan tumbuh. perbedaan lingkungan tumbuh dapat menyebabkan perubahan pada metabolik sekunder sehingga mempengaruhi alelopati yang dihasilkan. penelitian ini berlangsung dari september 2017 hingga januari 2018 di laboratorium ilmu gulma, laboratorium analisis kimia fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (fmipa) universitas universitas syiah kuala banda aceh, laboratorium biologi pasca sarjana, dan kebun percobaan sarjana universitas syiah kuala banda aceh. penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (ral) pola faktorial dengan dua perlakuan: t1= 19 mdpl, t2= 261 mdpl, t3= 1259 mdpl, dan k1= 5%, k2= 10%, dan k3= 15% yang diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. setiap satuan percobaan terdiri dari empat unit gulma karena sifatnya destruktif, sehingga terdapat 108 unit percobaan. hasil peneltian menunjukkan di dalam ekstrak etil asetat babadotan mengandung senyawa metabolit sekunder steroid dan tanin sesuai dengan uji fitokimia. ekstrak yang dihasilkan pada ketinggian tempat yang berbeda berpengaruh nyata terhadap laju tinggi, jumlah daun, diameter batang, dan persentase pengendalian. konsentrasi ekstrak berpengaruh nyata terhadap laju tinggi, jumlah daun, diameter batang, persentase pengendalian, panjang akar, bobot kering akar dan bobot kering tajuk. pemberian ekstrak etil asetat babadotan dengan konsentrasi tinggi dapat menekan pertumbuhan gulma bayam duri lebih baik daripada konsentrasi rendah. terdapat interaksi antara ketinggian tempat dan konsentrasi terhadap persentase pengendalian pada 7 dan 14 hsa. ekstrak yang dihasilkan pada ketinggian 9 mdpl dengan konsentrasi 10% dapat mengendalikan gulma bayam duri hingga 100% pada 7 hsa. xi



Abstract



    SERVICES DESK