Sindrom koroner akut merupakan penyakit jantung nomor satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia, termasuk indonesia. perubahan yang diakibatkan oleh sindrom koroner akut baik tipe stemi dan nstemi/uap tidak hanya dalam aspek fisiologis, namun juga aspek psikologis berupa peningkatan kecemasan pada penderitanya. peningkatan kecemasan ini umumnya tidak terdiagnosis oleh dokter dan dapat memberikan efek negatif pada hasil penyakit jantung serta perburukan prognosis. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada pasien sindrom koroner akut tipe stemi dan nstemi/uap di rsudza banda aceh. penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan potong lintang. penelitian dilakukan di ruang rawat penyakit jantung geulima ii rsudza banda aceh sejak bulan september hingga desember 2013. populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami sindrom koroner akut baik tipe stemi dan nstemi/uap di rsudza banda aceh. sampel berjumlah 72 orang, yaitu sebanyak 36 untuk masing-masing kelompok stemi dan nstemi/uap. pengambilan sampel dengan teknik concecutive sampling dan menggunakan kuisioner dass untuk pengukuran tingkat kecemasannya. analisa data menggunakan uji chi-square didapatkan hasil pada kelompok stemi 50,0% pasiennya berada pada tingkat kecemasan berat dan sangat berat, serta pada kelompok nstemi/uap tingkat kecemasan sedang menempati posisi tertinggi dengan presentase 44,4%, dimana nilai p>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan pasien sindrom koroner akut tipe stemi dan nstemi/uap. kata kunci: sindrom koroner akut, stemi, nstemi, uap, tingkat kecemasan, kuisioner dass
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT TIPE STEMI DAN NSTEMI/UAP DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2014
Baca Juga : PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP PASIEN RIWAYAT SINDROM KORONER AKUT DENGAN ST ELEVASI (STEMI) DAN SINDROM KORONER AKUT TANPA ST ELEVASI (NSTEMI DAN ANGINA PEKTORIS TIDAK STABIL) DI RSUDZA (Asti Uki Utari, 2016)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI, CEMAS DAN STRES DENGAN BERATNYA STENOSIS KORONER PASIEN SINDROM KORONER KRONIK YANG MENJALANI INTERVENSI KORONER PERKUTAN DI RSUDZA (WAHYU UTAMI RAMADANI, 2024)