Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik obligasi yang diproksikan dengan peringkat obligasi, kupon obligasi, debt to equity, dan frekuensi perdagangan obligasi terhadap yield obligasi serta juga menguji pengaruh kepemilikan manajerial sebagai variabel moderasi yang mempengaruhi yield obligasi pada perusahaan keuangan di pasar obligasi dan terdaftar di bursa efek indonesia dan terdaftar dalam peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh pt.pefindo periode tahun 2012-2016. sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 14 perusahaan keuangan. teknik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. berdasarkan hasil analisis data menggunakan spss 24 menunjukkan bahwa peringkat obligasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap yield obligasi karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05. kupon obligasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap yield obligasi karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05 dan nilai t hitung adalah lebih besar dari t tabel dengan arah koefisien yang positif (6,672>2,000). debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap yield obligasi karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05. frekuensi perdagangan obligasi tidak berpengaruh terhadap yield obligasi dikarenakan nilai signifikan lebih dari 0,05. hasil dari pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa hubungan dari peringkat obligasi, kupon, debt to equity ratio, dan frekuensi perdagangan obligasi dengan kepemilikan manajerial tidak dapat memoderasi hubungan terhadap yield obligasi. kata kunci: karakteristik obligasi, kepemilikan manajerial, yield obligasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KARAKTERISTIK OBLIGASI, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN YIELD OBLIGASI KASUS PADA PERUSAHAAN KEUANGAN DI PASAR OBLIGASI INDONESIA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNENCE DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI (STUDI PADA EMITEN NON KEUANGAN DI BEI) (Muhammad Mirza Syahputra, 2024)