Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
RIEZKI MAULANA, PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN OLEH UNIT PELAYANAN PEREMPUAN DAN ANAK (SUATU PENELITIAN DI POLDA ACEH). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018

Abstrak riezki maulana, 2018 nursiti, s.h., m.hum. kekerasan seksual menurut pasal 76d undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang menyatakan setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. walaupun undang-undang telah mengatur sedemikian rupa, namun di wilayah hukum kepolisian daerah aceh, ditemukan adanya kasus kejahatan pemerkosaan terhadap anak. tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan upaya perlidungan yang diberikan oleh unit pelayanan perempuan dan anak tehadap anak korban pemerkosaan, menjelaskan hambatan yang dihadapi oleh unit pelayanan perempuan dan anak dalam menangani kasus kejahatan pemerkosaan terhadap anak. penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum dengan metode pendekatan yuridis empiris. analisis permasalahan dilakukan dengan mengolah data sekunder yaitu bahan-bahan hukum yang diperoleh dengan mempelajari serta menelaah teori-teori, buku-buku, jurnal-jurnal, literatur-literatur hukum serta peraturan perundang-undangan (library research) dengan data primer yang diperoleh dari lapangan (field research) dengan proses mewawancarai secara langsung kepada responden dan infroman. hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya perlindungan yang diberikan oleh unit ppa terhadap anak korban pemerkosaan adalah menrerima, membuat, serta memproses laporan pengaduan, melakukan pembinaan terhadap korban secara hukum, pskologis dan lain sebagainya, berkoordinasi dengan lembaga lainnya seperti p2tp2a, dinas sosial, dan stakeholder lainnya. hambatan yang dihadapi oleh unit ppa dalam menangani kasus kejahatan pemerkosaan terhadap anak adalah ancaman dari pelaku, banyak pihak yang tidak mau menjadi saksi, anggaran yang terbatas bagi lembaga yang terkait, pihak keluarga korban malu untuk melaporkan dikarenakan anak tersebut telah dilecehkan oleh pelaku . disarankan kepada pihak unit ppa agar lebih baik dalam hal membimbing para korban baik dalam hal mengatasi ancaman dari beberapa pelaku, mengenai perspektif masyarakat yang kurang baik serta hal-hal lainnya yang dapat menjadi hambatan.



Abstract



    SERVICES DESK