Abstrak merger dan akuisisi adalah sebuah peristiwa yang dapat mempengaruhi pasar tergantung pada keberadaan dari isi informasi dalam fenomena merger dan akuisisi atau tidak. jika merger dan akuisisi mengandung informasi maka pasar akan bereaksi dan sebaliknya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan abnormal returndan aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan sesudah pengumuman merger dan akuisisi. sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling. populasi dari penelitian ini berjumlah 29 perusahaan yang mengumumkan merger dan akuisisi antara 2009, 2010, dan 2011. percobaan statistik yang digunakan adalah t-test (paired sample t-test) dan wilcoxon signed rank test. pengamatan dilakukan di 21 hari, terdiri dari 10 hari sebelum dan 10 hari sesudah merger dan akuisisi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman merger dan akuisisi. padaaktivitas volume perdagangan saham juga tidak ada perbedaan yang signifikan antara aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. jadi, dapat disimpulkan bahwa merger dan akuisisi tidak memiliki kandungan informasi, sehingga pasar pada umumnya tidak memberikan reaksi, karena pengumuman merger dan akuisisi tidak dapat memberikan informasi sinyal positif. kata kunci: abnormal return,aktivitas volume perdagangan saham, merger dan akuisisi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PERBANDINGAN ABNORMAL RETURN DAN AKTIVITAS VOLUME PERDAGANGAN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI RN(STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2009-2011). Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2014
Baca Juga : ANALISIS VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DAN PERUBAHAN HARGA SAHAM (RETURN) SEBELUM DAN SESUDAH EX-DIVIDEND DATE (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI) (Raihan Safrida, 2025)
Abstract
Baca Juga : REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PENGUMUMAN RIGHT ISSUE DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2006 -2009 (Dedy Hernanda Pane, 2024)