Tingkat kehalusan suatu permukaan memegang peranan yang sangat penting dalam perencanaan suatu komponen mesin, untuk itu dalam perencanaan dan pembuatannya perlu untuk mengoptimalkan proses produksi dengan tujuan meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan. permasalahan dalam menentukan kondisi pemotongan masih mendapatkan perhatian atas solusi untuk memaksimalkan biaya produksi demi memenuhi tuntutan akan kualitas hasil produk meliputi ketelitian geometri dan kualitas permukaan yang baik. penelitian ini menjelaskan pengaruh beban kejut (impact) pada saat kontak awal antara pahat potong dengan benda kerja terhadap kualitas permukaan. penelitian dilakukan dengan membuat variasi sudut tirus (chamfer) pada benda kerja yaitu 30o, 45o, 60o, dan tanpa chamfer. proses penyekrapan menggunakan pahat potong dengan tiga variasi bentuk geometri sudut potong miring (?s), sudut geram samping (?f ) dan sudut bebas ujung (?p) (pahat a, pahat b, dan pahat c). hasil dari pengukuran, nilai kekasaran yang dapat dicapai dari semua spesimen yaitu n7 sampai dengan n8. nilai kekasaran dan kegelombangan terendah didapat pada permukaan dengan sudut tirus 60o menggunakan pahat potong b yaitu masingmasing sebesar 2,995 ?m dan 14,6 ?m. jenis pahat c sangat disarankan untuk kondisi pemotongan terputus karena menghasilkan kekasaran permukaan benda kerja yang relatif terhadap panjang penyayatan. ini membuktikan bahwa dengan membentukan sudut tirus (chamfer) benda kerja dapat meredam beban impak pada saat kontak awal sehingga mempengaruhi kualitas permukaan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
Pengaruh Variasi Kontak Awal Terhadap Kekasaran dan Kerataan Permukaan Hasil Proses Sekrap Rata. Banda Aceh Fakultas Teknik,2013
Baca Juga : ANALISA KEKASARAN DAN KERATAAN BAJA KARBON S45C HASIL PROSES GERINDA RATA MENGGUNAKAN DUA JENIS BATU GERINDA DENGAN MEMVARIASIKAN KEDALAMAN POTONG (Munandar, 2024)