Gangguan penglihatan atau mata kabur merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada penderita diabetes melitus lebih dari 15 tahun khususnya berumur lebih dari 40 tahun. gangguan tersebut disebabkan oleh komplikasi bagian mata yaitu retinopati diabetik. sebanyak 60% penderita diabetes umumnya mengalami komplikasi ini dengan permasalahan yang sering terjadi yaitu mata kabur dan mendorong penderita mengganti kacamatanya berulang kali agar tetap dapat melihat dengan baik. sehingga dibutuhkan inovasi kacamata yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. manfaat dan keunggulan kacamata diabetes ini adalah penderita dapat menyesuaikan ukuran dioptri lensa kacamata yang dibutuhkan saat gula darah naik dengan adanya clip on dua ukuran dioptri berbeda yaitu +1.00 dan +1.50 yang dipasang pada kacamata utama dengan ukuran lensa saat gula darah normal dibantu sistem magnet dan pengait. penelitian ini menggunakan metode kansei engineering dengan bantuan perangkat lunak computer aided design (cad) untuk mendesain. terdapat 49 data yang digunakan pada data kenaikan dioptri serta 22 responden pada pengumpulan data kansei engineering dan elemen desain. kata kansei yang terpilih yaitu modern, kasual, umum, polos, nyaman, tidak berwarna, sederhana, harga netral, ringan, dan tidak alergi. kata kunci: diabetes melitus, retinopati diabetik, kansei engineering, kacamata diabetes
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INOVASI KACAMATA UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING (STUDI KASUS: KOTA BANDA ACEH). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2018
Baca Juga : GAMBARAN KOMPLIKASI KRONIK PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Rahmadini, 2023)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN KEMATIAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI ACEH (FAUZUL IKHSAN, 2023)